18 November 2019, 19:35 WIB

Ini Lo Rahasia Pengasuhan Anak Gaya Korea!


Irana Shalindra | Weekend

AFP/BIFF
 AFP/BIFF
Salah satu adegan film dokumenter kehidupan keluarga di Korea, Dear My Genius, karya Koo Yun-joo

'Nunchi' barangkali bisa dikatakan sebagai salah satu kata pertama yang dipelajari seorang anak di Korea.

Nunchi yang arti harafiahnya kurang lebih mengukur dengan mata, ialah seni untuk merasakan apa yang dipikirkan dan juga dirasakan orang lain, dan kemudian meresponsnya dengan cepat. Ini ialah kemampuan untuk 'membaca' atmosfer orang-orang dalam suatu ruangan secara kolektif.

Kecepatan sangat penting untuk nunchi. Mereka yang memiliki nunchi dengan cepat terus-menerus mengkalibrasi ulang asumsi-asumsi mereka berdasarkan kata, gerak tubuh, atau ekspresi wajah orang-orang sekitarnya.

Nunchi yang terasah dan cepat dapat membantu Anda memilih pasangan yang tepat dalam hidup atau bisnis, bersinar di tempat kerja, melindungi Anda dari situasi 'membahayakan' dan bahkan mengurangi kecemasan sosial.

Sangat mudah untuk menjadi bingung antara nunchi dan empati, tetapi memiliki terlalu banyak empati bisa membuat labil. Nunchi, di sisi lain, mengutamakan pengamatan diam-diam; itu memungkinkan Anda untuk tetap mawas sembari mendengarkan orang lain.

Untuk memanfaatkan kekuatan nunchi, yang Anda butuhkan hanyalah mata dan telinga Anda. Dan bagian tersulit: pikiran yang tenang.

Menurut penulis Euny Hong, orang tua di Korea mulai mengajarkan nunchi ketika anak mereka menginjak tiga tahun. Itu mengikuti pepatah lama yang mengakatan kebiasaan yang dibentuk mulai umur 3 akan bertahan hingga umur 80.

Orang tua Korea menanamkan nunchi dengan terlebih dahulu mengajari anak-anak mereka satu pelajaran penting ini: "Tidak semua tentang Anda."

'Saya bukan orang tua. Tetapi saya bisa membuktikan nilai tak terukur dari dibesarkan dengan kebijaksanaan ini. Katakanlah seorang ibu dan putranya yang berusia empat tahun telah menunggu di garis prasmanan untuk waktu yang lama, dan putranya mulai menjadi tidak sabar,' tulis Hong.

'Kita sudah lama di sini! Aku lapar! keluh putranya. Seorang ibu Korea tidak akan menanggapi dengan, "Oh, kasihan sekali! Maaf sayang, ini ada camilan untuk kamu." Sebaliknya, dia akan berkata, "Lihat orang lain yang mengantre, sama seperti kita. Sekarang apakah kamu pikir kamu satu-satunya orang dalam antrean ini yang lapar?"


Jenis pengasuhan ini dimaksudkan untuk mengajar anak-anak bahwa dunia tidak berputar di sekitar mereka, dan bahwa hal-hal tidak diberikan kepada mereka begitu saja di piring perak.

Contoh lain, lanjut Hong, banyak sekolah di Korea tidak mempekerjakan petugas kebersihan. Siswa diharapkan untuk bergantian membersihkan - menyapu, mengepel, membuang sampah dan bahkan membersihkan kelas serta kamar mandi. Murid dibagi menjadi kelompok-kelompok dan tanggung jawab digilir.

Menurut Hong, beberapa orang dilahirkan dengan nunchi, beberapa mencapainya di umur tertentu, dan beberapa terpaksa mempelajarinya. Ia sendiri mengaku mau tak mau mempelajarinya ketika pada usia 12, keluarganya pindah dari Amerika ke Korea. Kendati Hong hanya bisa berbahasa Inggris, orang tuanya memasukkan dia di sekolah negeri Korea.

'Ini adalah kursus kilat nunchi terbaik yang bisa saya minta, karena saya harus berasimilasi dengan budaya asing dengan kemampuan bahasa nol. Untuk berhasil di negara baru saya, saya harus sangat bergantung pada nunchi saya, yang akhirnya menjadi seperti indera keenam saya.'

Di masa lalu, siswa tidak diizinkan untuk mengajukan pertanyaan selama kelas. Para guru dengan sengaja memberikan informasi yang sumir tentang segala sesuatu, mulai dari tempat ujian berlangsung hingga persediaan atau buku apa yang harus dibawa. Menyelesaikan misteri ini sendiri dengan menggunakan nunchi adalah bagian dari pendidikan.

'Ini adalah bagaimana saya mempelajari salah satu aturan utama nunchi: Jika Anda dapat mengamati dengan sabar, maka pertanyaan Anda -apa yang harus dilakukan, bagaimana bertindak, bagaimana merespons -akan dijawab tanpa Anda harus mengatakan sepatah kata pun.'

Kurang lebih setahun di Korea, Hong berhasil menduduki peringkat utama di kelas. Dalam 18 bulan, ia terpilih sebagai wakil presiden kelas saya.

'Saya mencapai semua ini meskipun faktanya bahasa Korea saya masih sangat buruk. Bagi mereka yang masih skeptis tentang kekuatan nunchi: Saya adalah bukti nyata bahwa tidak perlu menjadi orang yang paling cerdas, terkaya, atau paling istimewa untuk menemukan kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup; Anda hanya perlu memiliki nunchi.' (CNBC/M-2)

 

BERITA TERKAIT