18 November 2019, 15:20 WIB

Deteksi Kanker dengan Plester Ini


Thalatie K Yani | Weekend

Dok. Malmö University
 Dok. Malmö University
Plester pendeteksi kanker kulit.

PERNAHKAH anda bertanya tahi lalat yang ada di tubuh anda aman atau berpotensi kanker? Namun perlu biopsi untuk menentukan apakah tahi lalat itu berpotensi kanker atau tidak.

Baru-baru ini peneliti asal Swedia membuat alat yang membantu apakah tahi lalat itu tumor atau kanker.  Plester kecil yang dibuat peneliti dari Malmö University mampu mendeteksi apakah tahi lalat itu kanker dalam hitungan menit.

Cara ini dapat mengakhiri cara biopsi. Di mana pasien merasa sakit dan harus menanti dalam waktu yang lamma.

Sebastian Björklund, salah satu peneliti mengungkapkan telah mengidentifikasi 'kandidat yang menjanjikan'. Namun mereka masih membutuhkan beberapa bukti bahwa plester ini mampu menangkap molukul penting dari tumor tersebut. Diperkirakan plester ini baru bisa digunakan pada 2021.

Saat ini, para peneliti melakukan tes pada sukarelawan yang sehat dan pasien kanker kulit untuk membuktikan plester itu dapat mendeteksi tumor. Para peneliti masih membuat prototipe yang pas, karena plester ini harus bisa menganalisis molukul pada saat yang sama.

"Kami berharap ini akan menjadi lebih muda untuk mendeteksi kanker kulit di stadium awal. Kita membayangkan plester ditempatkan di area kulit yang dicurigai kanker untuk mengumpulkan molekul untuk analisis," ujar Profesor Johan Engblom, salah satu peneliti, sebagaimana disitat DailyMail.

Meski belum ditentukan harga jualnya, para peneliti menargetkan harganya lebih murah dibandingkan biopsi, sekitar US$500 atau sekitar Rp7.039.000.

Kanker kulit kebanyakan disebabkan paparan sinar UV. Di Inggris setiap tahun diperkirakan 100ribu terkena kanker kulit, sedangkan di Amerika Serikat sekitar 9.500 orang didiagnosa kanker kulit setiap hari. (M-3)

BERITA TERKAIT