18 November 2019, 14:58 WIB

Penabrak Skuter Listrik Ditahan


Tri Subarkah | Megapolitan

MI/Andri Widiyanto
 MI/Andri Widiyanto
 Pengguna layanan grabweels melintas di trotoar Jl Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (15/11/2019). 

POLDA Metro Jaya akhirnya menahan Dhanny Hariyona, terduga pelaku yang menabrak pengendara skuter listrik, pada Minggu (10/11) dini hari. Peristiwa itu menewaskan dua orang, yakni Ammar Nawwar Tri Darma, 18, dan Wisnu Chandra, 18, serta melukai empat lainnya.

Penahanan Dhanny dilakukan setelah Direktorat Lalu Lintas melakukan gelar perkara hari ini, Senin (18/11) dari pukul 08.00 sampai 11.30 WIB. Hal itu diungkap langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.

"Direktorat Lalu Lintas khususnya bagian penegakan hukum (Subdit Gakkum) sudah melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara tersebut yang memeriksa delapan orang saksi, kemudian juga mengumpulkan alat-alat bukti yang ada di lapangan terhadap yang bersangkutan sudah terpenuhi unsur. Sehingga ditetapkan sebagai tersangka dan tadi saya tanyakan sudah dilakukan penahanan terhadap pelakunya," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/11).

Baca juga: Polisi Dinilai Diskriminatif Dalam Kasus Tabrakan Skuter Listrik

Gatot menegaskan dari hasil pemeriksaan, pelaku mengemudikan mobil di bawah pengaruh minuman keras.

"Bahkan dari pemeriksaan juga ada mengandung alkohol," tambah Gatot.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat memulangkan Dhanny. Kasubdit Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan alasan tidak ditahan adalah karena Dhanny bersikap kooperatif.

"Ia ada itikad baik untuk bertanggung jawab usai menabrak korban, dan tidak berupaya menghapus bukti," jelas Fahri pada Kamis (14/11).

Dhanny dijerat dengan Pasal 311 Undang-undang Lalu Lintas dengan hukuman di atas 5 tahun penjara.(OL-5)

BERITA TERKAIT