18 November 2019, 14:01 WIB

Tingkatkan Keahlian, BP Jamsostek Gencar Lakukan Pelatihan Vokasi


Ihfa Firdausya | Ekonomi

MI/Ihfa Firdausya
 MI/Ihfa Firdausya
BP Jamsostek cabag Cilandak gelar pelatihan vokasi

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau kini dikenal dengan BP Jamsostek rutin menggelar Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja sejak pertengahan Juli 2019. Pelatihan ini bermanfaat untuk membuka kesempatan bagi para pekerja yang mengalami PHK agar bisa kembali bekerja.

Senin (18/11), pelatihan vokasi ini kembali diselenggarakan oleh BP Jamsostek cabang Cilandak. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali serta Kelapa Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Selatan Sudrajat di Hotel Sahati, Jakarta.

“Saat ini kami sedang gencar mempromosikan pelatihan vokasi kepada seluruh pekerja di Indonesia, sebab pelatihan ini bisa membuka kesempatan bagi para pekerja yang mengalami PHK untuk kembali bekerja," kata Krishna.

Sejak dijalankan September 2019, tercatat 600 pekerja sudah mengikuti pelatihan vokasi dari BP Jamsostek. Sebanyak 200 peserta di antaranya dinyatakan lulus tersertifikasi.

Menurut Khrisna, pelatihan vokasi ini telah menyediakan berbagai modul pelatihan yang tersebar di berbagai tempat. Antara lain kelas barista, pastry & bakery, digital (multimedia, desain grafis, UI/UX), tata kecantikan rambut & muka, perhotelan, tata boga, koki, operator alat berat, otomotif perbengkelan, pengelasan, teknisi HP, teknisi AC, dan administrasi perkantoran. Ia menambahkan, modul tersebut akan terus bertambah.

“Pada 2020 pemerintah menargetkan BP Jamsostek mampu melatih 20 ribu pekerja. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pekerja yang mengalami PHK ataupun putus kerja untuk mendaftarkan diri dengan cara mengakses website www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan klik pada banner vokasi," ungkap Krishna.

Baca juga: BPJS TK DKI Jakarta Target Program Vokasi Diikuti 2.000 Peserta

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pendaftar di antaranya wajib memiliki akun aplikasi BPJSTKU, bertatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan telah menjadi peserta Penerima Upah BP Jamsostek dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid serta diutamakan mengikuti program JHT (Jaminan Hari Tua).

Selain itu, imbuhnya, calon pendaftar juga harus memiliki masa kepesertaan BP Jamsostek minimal 1 tahun atau 12 bulan.

"Dengan besaran upah yang dilaporkan minimal sebesar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) terendah di Indonesia, mengalami PHK, masa berhenti paling singkat 1 bulan dan paling lama 24 bulan sebelum mendaftarkan dirinya di pelatihan ini," tuturnya.

Krishna berharap pelatihan vokasi ini mampu membuka ruang bagi para pekerja dari segala bidang untuk belajar kembali, melakukan up skilling maupun reskilling sehingga bisa kembali bekerja atau menjadi wirausaha.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menyebut program pelatihan vokasi ini dapat membangkitkan semangat baru kepada para peserta bahwa mereka masih punya kesempatan untuk bekerja lagi.

"Jumlahnya tidak terlalu banyak tapi mudah-mudahan ini memiliki dampak yang sangat signifikan bagi teman-teman kita yang mungkin sudah hilang harapan, dibangkitkan lagi harapannya," ujarnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT