18 November 2019, 13:18 WIB

Kulonprogo Waspadai 50 Titik Rawan Bencana


Agus Utantoro | Nusantara

Antara
 Antara
Petugas mengevakuasi korban longsor di Kulonprogo, DIY. Kondisi alam perbukitan berpotensi terjadi longsor saat musim hujan tiba. 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta mewaspadai sekurangnya 50 titik potensi bencana pada  musim penghujan mendatang.

"Mulai tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan bencana lainnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulonprogo, Ariadi, Senin (18/11/2019).

Dia menjelaskan, potensi-potensi itu ini berkaca pada bencana hidrometeorologi yang menimpa Kulonprogo pada Maret lalu. Potensi longsor dan pohon tumbang, ujarnya, banyak ditemui di Kulonprogo utara yang merupakan kawasan perbukitan. Menurut dia, kawasan ini meliputi Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Kokap, dan Girimulyo. Sedang banjir melanda wilayah di sepanjang Sungai Serang.

"Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat serangkaian bencana itu mencapai ratusan juta," tegasnya.

Untuk mengurangi dampak bencana, jelasnya,  BPBD menyiagakan personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) selama 24 jam. Selain itu BPBD juga menyiapkan Early Warning System (EWS). Tercatat ada 90 EWS di wilayah perbukitan Kulonprogo, termasuk tiga titik EWS baru di Dusun Klepu, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang; Dusun Ngrancak, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo dan Dusun Jeruk, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Suhardiyana menambahkan  masyarakat juga perlu mewaspadai bencana lain, seperti angin kencang. Angin kencang kerap mengakibatkan pohon utamanya yang sudah rapuh bertumbangan.

"Ini sangat berbahaya. Apalagi jika pohon tumbang menimpa rumah warga, bukan tidak mungkin dapat menimbulkan korban jiwa," terangnya.

Sementara BPBD Kabupaten Bantul telah selesai memetakan kawasan yang rawan longsor dan banjir guna menghadapi Kabupaten Bantul. Kepala BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan berdasarkan kajian, pemetaan terbaru kawasan mana saja yang rawan longsor dan mana saja yang rawan banjir ini telah diselesaikan dan siap digunakan pada
musim ini.

baca juga: Polres Tasikmalaya Siaga Hadapi Banjir

Kawasan yang rawan dengan bencana tanah longsor pada musim penghujan  antara lain Desa Seloharjo (Kecamatan Pundong), Desa Wukirsari (Kecamatan Imogiri) serta kawasan Kecamatan Dlingo. Sedangkan kawasan rawan banjir berada di bantaran sungai-sungai yang ada di wilayah Kabupaten Bantul.Selain meminta peningkatan kewaspadaan kepada masyarakat, BPBD juga menyiagakan personelnya untuk menghadapi berbagai kemungkinan. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT