18 November 2019, 12:50 WIB

Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 di Cianjur Ditargetkan 80%


Benny Bastiandy | Nusantara

Antara
 Antara
Untuk mendongkrak jumlah pemilih pada Pilkada 2020 di Cianjur, Kesbangpol setempat gencar melaksanakan sosialisasi ke masyarakat.

TINGKAT partisipasi pemilih setiap kali digelar Pilkada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, cenderung turun. Menghadapi Pilkada 2020, tingkat partisipasi pemilih ditarget Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat bisa mencapai 80% atau paling tidak empertahankan persentase pada Pemilu 2019 sebesar 75,52%.

"Badan Kesbangpol menjadi bagian ikut mendongrak tingkat partisipasi pemilih setiap pelaksanaan pesta demokrasi. Termasuk nanti pada Pilkada 2020, kita lakukan berbagai upaya agar tingkat partisipasi pemilih terdongkrak," kata Kepala Bidang Politik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, kepada Media Indonesia, Senin (18/11/2019).

Upaya meningkatkan partisipasi pemilih, kata Wahyu, sudah dilakukan Kesbangpol sejak tahun ini meskipun pelaksanaan Pilkada digelar tahun depan. Caranya dengan melakukan sosialisasi pendidikan politik kepada masyarakat melalui safari ke hampir semua kecamatan.

"Sifatnya sosialiasi. Belum lama ini giat sosialisasi dilakukan di Kecamatan Cipanas, Cugenang, serta sejumlah wilayah lain di selatan. Kami berikan pendidikan dan pengetahuan politik," tutur Wahyu.

Bukan perkara mudah mendongrak tingkat partisipasi pemilih karena dihadapkan dengan tingkat kejenuhan masyarakat. Namun Wahyu yakin, dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan semua para pemangku kepentingan, tingkat partisipasi pemilih bakal sesuai yang diharapkan.

"Asalkan semua stakeholder ikut berpartisipasi menyosialisasikan kepada masyarakat. Jadi, mendongkrak angka partisipasi pemilih ini bukan hanya tugas KPU sebagai penyelenggara, tapi tugas bersama. Makanya, peran tokoh masyarakat juga sangat sentral agar ikut menyosialisasikan kepada masyarakat," jelas Wahyu.

Tak hanya kepada kalangan masyarakat umum saja, sosialisasi pendidikan politik menghadapi Pilkada dan Pilkades serentak 2020 juga diberikan kepada kalangan pelajar yang notabene merupakan pemilih pemula.

"Pemilih pemula ini sangat potensial. Kami punya program Go To School atau Go To Campus. Agar sosialisasi pendidikan politik ini lebih mengena, kaki juga sudah memogramkan akan melaksanakan sosialisasi melalui jalan santai dan giat-giat rekreatif lainnya," pungkas Wahyu.

Berdasarkan catatan KPU Kabupaten Cianjur, pada Pilkada 2006 angka partisipasi pemilih di kisaran 70%, kemudian pada Pilkada 2010 turun di kisaran 60%. Angkanya kembali turun pada Pilkada 2015 di kisaran 56%.

"Kalau melihat data partisipasi pemilih, setiap Pilkada di Cianjur memang angkanya ada kecenderungan turun setiap periode," kata Divisi Sosialisasi, SDM, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Cianjur, Rustiman.

baca juga: NasDem Demak Tuding DPRD Lakukan Arogansi Politik

Namun jajaran KPU cukup berbangga karena pada Pemilu 2019 lalu angka partisipasi pemilih berada di kisaran 75,52%. Angka itu akan dijadikan patokan mendongkrak partisipasi pemilih pada Pilkada 2020.

"Ya, sejauh ini kami selalu berupaya maksimal agar angka partisipasi pemilih itu selalu meningkat atau paling tidak mempertahankan angka pada pesta demokrasi sebelumnya," tandas Rustiman. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT