18 November 2019, 09:41 WIB

Terduga Teroris yang Ditangkap di Cilacap Berprofesi Tukang Pijat


Antara | Nusantara

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi teroris

TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris berinisial SY, 30, Minggu (17/11). Penangkapan disebut terjadi pukul 08.00 WIB, di rumah SY, Dusun Tritih RT 01 RW 05, Desa Danasri Lor, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah.

"Kemungkinan ditangkapnya sekitar pukul 08.00 WIB, soalnya saya didatangi petugas untuk menyaksikan penggeledahan di rumah SY sekitar pukul 09.00 WIB. Saat saya datang, SY sudah ditangkap," kata Ketua RT 01 RW 05 Mubasir saat ditemui di rumahnya, Minggu (17/11) petang.

Dia mengungkap, dalam penggeledahan itu, petugas membawa dua unit laptop, berbagai buku, sejumlah telepon seluler, dan beberapa flashdisk.

Dia mengatakan, salah seorang petugas berpakaian preman sempat menunjukkan surat perintah penangkapan SY kepadanya.

Tetapi, kata dia, surat penangkapan tersebut hanya ditunjukkan sepintas. Dia mengungkap, petugas sempat mengatakan SY berkaitan dengan rentetan peristiwa 2013.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia di Cianjur

"Saya tidak sempat baca karena petugas langsung mengambil surat itu," imbuhnya.

Mubasir mengatakan SY merupakan menantu terpidana teroris ZZ yang ditangkap Densus 88 Antiteror pada 2009 di rumahnya, Desa Danasri Lor.

SY menikah dengan KN yang merupakan putri sulung ZZ sekitar 2015, setelah terpidana kasus terorisme itu bebas dari hukuman.

"Pak ZZ kalau enggak salah meninggal dunia sekitar 2017," jelasnya.

SY sehari-harinya bekerja sebagai juru pijat dan bekam. Dia mengungkap SY jarang bergaul dengan masyarakat.

"Meski jarang bergaul dengan warga sekitar, dia orangnya baik," ujarnya.

Rumah SY tampak tertutup. Penghuninya yang terdiri ibu mertua SY, istri SY, serta kedua anaknya tidak terlihat keluar rumah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan penangkapan seorang terduga teroris tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Djoko Julianto saat hendak dikonfirmasi, telepon selulernya tidak bisa dihubungi. (OL-2)

BERITA TERKAIT