18 November 2019, 08:37 WIB

AS Kecam Langkah Iran Tangani Demonstran BBM


Willy Haryono | Internasional

AFP/STR
 AFP/STR
Sejumlah warga melihat bus yang habis dibakar oleh demonstran

AMERIKA Serikat (AS) mengecam Pemerintah Iran yang dinilai menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran dalam aksi protes menentang penjatahan dan penaikan harga bahan bakar minyak.

Sejauh ini, unjuk rasa terkait BBM di Iran telah menewaskan dua orang dan membuat puluhan lainnya ditangkap.

"AS mendukung warga Iran dalam melakukan aksi protes damai terhadap pemerintah," kata sekretaris pers Gedung Putih Stephanie Grisham, dikutip dari AFP, Minggu (17/11).

"Kami mengecam penggunaan kekerasan mematikan dan juga pembatasan komunikasi besar-besaran terhadap demontran," lanjut dia merujuk pada kebijakan Iran membatasi akses internet di tengah gelombang protes.

Baca juga: Warga Iran Protes Harga BBM Naik 50 Persen

Aksi unjuk rasa di Iran terjadi sejak Jumat (15/11) usai pemerintah mengumumkan penjatahan dan penaikan harga BBM.

Teheran menegaskan langkah menaikkan harga BBM hingga 50% ini dapat menghimpun dana untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Saat ini, Iran mengalami kesulitan ekonomi akibat serangkaian sanksi yang dijatuhkan AS. Sanksi itu dijatuhkan usai AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran, 2015 tahun lalu.

Menurut Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani-Fazli, ada segelintir orang di Iran yang sengaja merusak ketertiban umum demi menciptakan atmosfer intimidasi dan teror.

Kepala Perencanaan Anggaran Iran Mohammad Bagher Nobakht mengatakan langkah pembatasan dan penaikan BBM diproyeksikan dapat mengumpulkan dana hingga US$2,55 miliar atau setara Rp35 triliun per tahun. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT