18 November 2019, 06:47 WIB

Gara-Gara Tabrakan dengan Albon, Hamilton Kehilangan Podium


Antara | Olahraga

AFP/Douglas Magno
 AFP/Douglas Magno
Insiden tabrakan antara Lewis Hamilton dan Alexander Albon di GP Brasil

LEWIS Hamilton harus kehilangan posisi finis di peringkat ketiga di Grand Prix Brazil setelah steward menjatuhkan penalti lima detik karena menyebabkan insiden tabrakan dengan pembalap Red Bull Alexander Albon, Senin (18/11) dini hari WIB.    

Dengan keputusan itu, Carlos Sainz naik ke peringkat tiga untuk meraih podium pertama kalinya di Formula 1, sementara Hamilton turun ke P7.

Hamilton menabrak mobil Albon di dua lap terakhir di Tikungan 10 ketika keduanya memperebutkan posisi finis ke-2.    

Albon mengakhiri balapan di P14 setelah mobil RB15nya melintir, sedangkan Hamilton finis ketiga sebelum penalti dijatuhkan.        

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Albon," kata Hamilton.    

Baca juga: Duo Ferrari Tabrakan, Verstappen Tercepat di Brasil

Albon yang hampir saja meraih podium perdananya menanggapi insiden itu dengan tenang dan tidak menyalahkan Hamilton.    

"Tidak apa-apa. Pastinya dia tidak bermaksud untuk melakukan itu. Saya tidak marah kepada Lewis," kata pembalap asal Thailand itu.    

"Tentunya saya ingin podium itu dan saya merasa saya pantas meraihnya hari ini. Saya sedikit kecewa tapi inilah balapan," imbuhnya.    

Max Verstappen menjuarai balapan kedua sebelum terakhir musim 2019 itu dari posisi start terdepan membalaskan kegagalannya di tahun lalu ketika dia dan Esteban Ocon terlibat senggolan ketika hampir juara.    

Sedangkan mantan rekan satu timnya, Pierre Gasly meraih podium pertama di F1 setelah finis runner-up untuk Toro Rosso.    

Sainz mengawali balapan di Brasil dari posisi start paling belakang karena menggunakan power unit baru hingga mampu finis P4.    

P3 bagi Sainz menjadi hasil finis peringkat tiga teratas untuk McLaren sejak terakhir kali meraihnya pada 2014.

Keputusan tersebut belum final mengingat pembalap asal Spanyol itu juga masih di bawah investigasi karena dugaan penggunaan DRS ilegal. (OL-2)

BERITA TERKAIT