18 November 2019, 08:30 WIB

Daud Yordan Catat Sejarah Baru


Despian Nurhidayat | Olahraga

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
 ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Petinju Daud Yordan (ketiga kiri) melakukan selebrasi usai mengalahkan petinju Afrika Selatan Michael Mokoena.

DAUD Yordan sukses mencatat rekor sebagai petinju Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia di tiga kelas berbeda. Gelar terbaru petinju asal Kayong Utara, Kalimantan Barat, itu di kelas ringan super (63,05 kg) versi International Boxing Association (IBA) setelah mengalahkan petinju Afrika Selatan di Batu, Jawa Timur, kemarin.

Daud tak hanya merebut gelar juara dunia versi IBA yang lowong, tetapi juga berhak atas sabuk juara WBO Oriental.

Pada laga itu, Daud menang TKO pada ronde kedelapan setelah sang lawan mengalami cedera bahu yang cukup serius sehingga wasit harus menghentikan pertandingan.   

''Ini sebuah kado di penghujung tahun. Yang jelas kami ucapkan terima kasih kepada Mahkota Promotions dan pendukung yang lain. Ini prestasi yang luar biasa,'' kata petinju yang akrab dipanggil Cino itu.   

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Petinju Daud Yordan (kanan) memukul petinju Afrika Selatan Michael Mokoena (kiri) dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tinju kelas ringan super 63,50 kilogram versi International Boxing Association (IBA) dan World Boxing Organization (WBO) di Batu, Jawa Timur, Minggu (17/11/2019).

 

Menurut Daud, sabuk yang didapat saat ini akan dijadikan penyemangat mengingat tantangan ke depan bakal lebih berat. Apalagi, banyak komite tinju lain yang juga membuka kesempatan untuk mengejar predikat juara dunia seperti WBC dan WBA.

Daud mengaku bakal bertahan di kelasnya saat ini dan siap untuk menjalani pertandingan berikutnya yang dijadwalkan promotor Mahkota Promotions. ''Saya lebih bertenaga di kelas ini (63,50 kg). Jadi, saya akan terus bertahan,'' kata Daud.

Managing Director Mahkota Promotion Urgyen Rinchen Sim mengatakan Daud dijadwalkan akan mempertahankan gelarnya tahun depan.

"Maret 2020 di Marina Bay Singapura. Meskipun kita belum tahu siapa yang akan menjadi lawannya kelak, kita sudah booking untuk pertandingan (Daud)," ujarnya ketika dihubungi tadi malam.

Pria yang biasa disapa Simon ini mengatakan mempertahankan atau memperebutkan gelar baru menjadi salah satu pilihan yang akan diambil. Meskipun begitu, seusai kemenangan ini, menurut Simon, Daud akan diberikan waktu untuk beristirahat dan berlibur jelang perayaan Natal.

"Kemungkinan besar di Singapura nanti untuk mempertahankan gelar IBA yang baru kita dapat ini. Kita juga sedang memikirkan untuk memperebutkan gelar WBO World Titel kelas ringan super. Namun, itu masih kita pikirkan," ujarnya.

Dengan kemenangan ini, rekor petinju Sasana Kayong Utara itu menjadi 40 kali menang (28 di antaranya dengan KO) dan 4 kali kalah.

Selain Daud, dalam gelaran Mahkota Boxing Series itu, petinju Indonesia lainnya, Ongen Saknosiwi, berhasil meraih juara kelas bulu versi International Boxing Association (IBA). Ongen dinyatakan menang angka atas petinju Filipina, Marco Demecillo. (Des/Ant/X-10)

BERITA TERKAIT