18 November 2019, 07:30 WIB

Bangun Narasi Kerukunan


Nur Aivanni | Politik dan Hukum

Tim Media Wapres
 Tim Media Wapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengikut jalan santai Interfaith Walk 2019 di kawasan car free day, Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 17/11/2019.

KERUKUNAN umat beragama merupakan unsur utama dari kerukunan nasional. Tanpa semangat tersebut, suatu negara rentan mengalami perpecahan. Karena itu, seluruh warga bangsa pun harus terus merawat kerukunan antarumat.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan hal itu saat menghadiri kegiatan jalan santai Interfaith Walk di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, kemarin.

Dengan mengenakan kaus interfaith walk 'pemuda lintas iman' biru dan celana olahraga, serta topi dan sepatu olahraga pun biru, Wapres mengikuti jalan santai di kawasan hari bebas kendaraan.

Sekitar setengah jam lebih, Wapres beserta peserta interfaith walk melakukan jalan santai yang dimulai sekitar 07.00 WIB. Turut mendampingi Wapres dalam acara tersebut, Ibu Wury Ma'ruf Amin, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar, dan Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid.

Wapres mengapresiasi acara interfaith walk 'pemuda lintas iman' yang disebutnya merupakan bagian dari upaya untuk membangun kerukunan dan keutuhan bangsa, khususnya antarumat beragama.

Menurut Amin, Indonesia yang memiliki pemeluk agama majemuk harus dijaga bersama melalui berbagai upaya, baik melalui cara berpikir, cara bersikap, maupun cara bertindak.

"Melalui narasi-narasi kerukunan, kita hilangkan narasi-narasi konflik yang membawa permusuhan," kata Wapres Amin.

Ia pun berharap acara seperti interfaith walk itu terus digencarkan. Hal itu dilakukan agar upaya memecah bangsa ini tidak akan berhasil. "Acara interfaith walk ini merupakan sarana dalam kita menyatukan antarumat beragama di Indonesia," tegas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Wapres Amin.

"Mari kita tinggalkan narasi konflik, masuk ke narasi kerukunan. Itu saya kira sangat bagus," ucapnya.

Nasaruddin pun menyatakan komitmen untuk merealisasikan agar acara-acara dengan semangat yang sama dapat dilakukan di setiap provinsi hingga kecamatan.

"Saya katakan Insya Allah kami akan merealisasikan segera. Pertama, mulai Papua," kata Nasaruddin.

 

Dalam damai

Saat dihubungi secara terpisah, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyambut baik ajakan Wapres Ma'ruf Amin untuk membangun narasi kerukunan. Hal itu dapat dilakukan dalam ceramah atau khotbah di masjid-masjid ataupun gereja-gereja.

"Kami menyambut baik ajakan Wapres. Sekarang ini kita perlu situasi dan kondisi yang kondusif untuk meningkatkan persatuan dan kerukunan bangsa," kata Mu'ti, kemarin.

Hanya, tambah Abdul, imbauan itu juga perlu disertai penciptaan kondisi nasional yang mendukung dan tidak dimaknai sebagai upaya membatasi sikap kritis.

"Umat beragama dan para tokoh agama memiliki kewajiban moral untuk senantiasa menyampaikan kebenaran dan pesan-pesan agama yang mengajak umat untuk hirau terhadap keadaan masyarakat," katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI Heri Wibowo. Ia pun menyambut baik ajakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk menyebarkan narasi-narasi kerukunan.

"Bagus sekali. Saatnya narasi kerukunan digaungkan kembali untuk melawan hoaks dan ujaran kebencian sehingga hidup berdampingan dalam damai semakin dikondisikan," kata Heri, kemarin. (X-6)

BERITA TERKAIT