18 November 2019, 04:20 WIB

Bersiap Antisipasi Bencana di Musim Hujan


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/haryanto mega
 MI/haryanto mega
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

PROVINSI Jawa Tengah (Jateng) telah siap menghadapi berbagai bencana yang mungkin terjadi saat musim hujan tiba. Anggaran dan upaya penanganan bencana telah disiapkan secara matang termasuk sosialisasi ke masyarakat.

"Kita sudah siap semua. Koordinasi antar-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan daerah lain dan provinsi sudah dilakukan. Hal itu untuk mempersiapkan jika bencana datang," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada Media Indonesia, kemarin, seusai mengikuti kegiatan Borobudur Marathon.

Terkait dengan koordinasi antar-BPBD daerah dan provinsi, lanjut Ganjar, dilakukan pemetaan baru daerah rawan bencana serta langkah penanganan jika bencana terjadi saat musim hujan, seperti banjir, longsor, gempa, dan angin ribut.

Penanganan bencana antardaerah, provinsi, dan pusat dikoordinasikan supaya tidak terjadi tumpang-tindih baik dari sisi anggaran maupun aspek prioritas. "Semua pemetaan daerah rawan bencana sudah diperbarui, anggaran disiapkan termasuk penanganannya. Jadi kita sudah siap."

Melalui mitigasi bencana, tambahnya, anggaran sebesar Rp23 miliar telah disiapkan.

Dana desa

Sementara itu, dalam menghadapi ancaman bencana banjir dan longsor saat musim hujan nanti, sejumlah desa di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai melakukan berbagai upaya antisipasi dengan mengalokasikan sebagian dana desa.

Dana desa tersebut dipakai untuk membangun talud ataupun parit guna mencegah banjir dan longsor. Desa-desa yang memanfaatkan dana desa tersebut, antara lain Desa Latonliwo Satu di Kecamatan Tanjung Bunga, Desa Lewoingu di Kecamatan Titehena, serta Desa Halakodanuan dan Desa Watotutu di Kecamatan Ile Mandiri.

Desa Lewoingu, misalnya, mengalokasikan dana desa untuk membangun parit pengarah banjir guna mengantisipasi banjir pada musim hujan.

Terpisah, sekitar 70 pohon pinus di kawasan wisata yang berada di bawah pengelolaanPerum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Utara, ditebang.

Hal itu dilakukan untuk mencegah kejadian pohon tumbang di saat memasuki musim hujan serta angin kencang. Rata-rata pohon yang ditebang ialah yang kondisinya sudah tua atau lapuk.

Administrator Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin, mengatakan sebelumnya pihaknya sudah mengidentifikasi pohon yang kondisinya memprihatinkan dengan melibatkan unsur musyawarah pimpinan kecamatan.

Di Banyumas, Jateng, BPBD setempat mengingatkan warga untuk mewaspadai angin puting beliung mengingat saat ini awal musim penghujan. Pekan lalu sempat terjadi angin kencang yang menerjang 12 desa di 6 kecamatan.

Beberapa waktu lalu, angin kencang telah melanda Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Jawa Timur. Sementara itu, setelah diguyur hujan terus-menerus, tiga kabupaten di wilayah barat selatan kawasan Provinsi Aceh, terendam banjir.

Lokasi yang tergenamg banjir adalah sebagian Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, dan Kabupaten Aceh Selatan. (FB/DG/LD/BN/MR/AD/AT/RF/N-3)

BERITA TERKAIT