17 November 2019, 23:40 WIB

Saefullah belum Dikontak untuk Posisi Cawagub


MI | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah

SEKRETARIS Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengaku sampai sekarang dia belum dihubungi Partai Gerindra terkait kabar bahwa dirinya akan diusulkan sebagai calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno yang mancalonkan diri jadi wapres pasangan dari Prabowo Subianto pada 2019.

“Saya belum dapat kabar. Saya mau telepon-telepon, tapi ya, masa saya telepon? Harusnya kan...,” kata Saefullah, di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, kemarin.

Namun, lanjut Saefullah, pihaknya tidak akan protes jika namanya memang diusulkan secara sepihak oleh Partai Gerindra.

Saat ini, lanjutnya, dia masih menunggu bagaimana kelanjutan dari pengusulan namanya dalam bursa Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

Menurut informasi dari pihak Gerindra, dalam usulan empat orang cawagub Gerindra, Saefullah dinilai paling besar peluangnya untuk ikut memimpin Ibu Kota mendampingi Gubernur DKI Anies Baswedan.
Saefullah tidak ingin berspekulasi apa-apa terkait pengajuan namanya oleh Partai Gerindra.

“Saya setiap hari normal bekerja. Jadi wagub, enggak jadi wagub, ya kerja saja,” ungkap Saefullah.

“Persoalannya, regulasinya, ketentuannya bilang wagub yang kosong ini harus diisi calonnya dari partai pengusung, kan itu mengikat sifatnya, dalam hal ini PKS dan Ge­rindra. Kita tunggu saja dari partai,” ujar dia.

Sebelumnya, Partai Gerindra mengajukan empat nama sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Keempat nama tersebut ialah  Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry J Juliantono, Ketua DPP Partai Ge­rindra Ahmad Riza Patria, dan Sekda DKI Jakarta Saefullah.

Adapun PKS telah menentukan dua nama, yaitu mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Agung Yulianto.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, M Taufik mempertanyakan calon wakil gubernur yang diajukan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia meminta PKS untuk mengevaluasi calon tersebut karena sudah setahun lebih tidak ada hasil.

“Sekarang kan sudah setahun enggak jalan. Masa enggak dievaluasi? Sementara ini (keputusan cawagub) enggak jalan, kan repot,” ujar Taufik, Jakarta, Jumat (15/11). (Ssr/J-1)

BERITA TERKAIT