17 November 2019, 20:55 WIB

Komposisi Koalisi Dinilai Kecil Berubah


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
 Ketua Umum Pafrtai NasDem Surya Paloh (kedua dari kiri depan) bersama dengan ketua-ketua partai pendukung Jokowi-Amin.

DIREKTUR Presidential Studies Decode UGM Nyarwi Ahmad menilai peluang berubahnya komposisi partai koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin sangat kecil. Nyarwi melihat belum ada isu krusial yang membuat arah dukungan partai koalisi maupun oposisi berubah.

"Peluangnya memang selalu ada namun itu semua bergantung pada Presiden Jokowi sendiri," ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (17/11).

Baca juga: Pengamat: NasDem Bisa jadi Jembatan Oposisi dan Pemerintah

Menurut Nyarwi peluang berubahnya arah dukungan partai akan dipengaruhi oleh 3 faktor. Pertama, ditentukan oleh presiden sendiri apakah tetap memerlukan penambahan koalisi atau tidak.

Kedua bagaimana dinamika internal setiap partai, terutama partai-partai yang berada di luar pemerintahan. Ketiga bagaimana sikap partai yang sudah bergabung lebih dulu di dalam koalisi.

"Partai-partai yang di luar pemerintahan sendiri bagaimana dinamika internal. Dinamikanya itu mengarahkan keingan untuk bergabung atau tidak. Jika iya bisa jadi after kongres ada rekomendasi itu," ujarnya.

Namun Nyarwi melanjutkan, hingga saat ini belum ada isu krusial yang menunjukkam arah bergabungnya koalisi ataupun keluarnya anggota koalisi pemerintah. Dinamika bisa saja terjadi jika ada isu-isu krusial yang diakibatkan dari kebijakan-kebiajkan populis yang dicetuskan oleh Jokowi.

"Belum ada isu krusial entah UU yang dubahas diparlemen atau kebijakan Jokowi yang bisa mengurangi dukungan. Terlebih saat ini partai di luar koalisi memiliki daya tawar yang lemah," paparnya. (Uta/A-3)

BERITA TERKAIT