17 November 2019, 23:20 WIB

IKM Perikanan Disarankan Bermitra dengan Bank


MI | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo

MENTERI Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo me­­nyarankan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) per­­ikanan bermitra dengan bank-bank pemerintah untuk memperkuat permodalan usaha.

“Saya sarankan agar pelaku IKM perikanan dapat bermit­ra dengan bank pemerintah guna mendapatkan tambahan modal usaha,” kata Edhy saat kunjungan kerja di Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (16/11).

Dia mengatakan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengucurkan bantuan pin­jam­an modal atau Kredit Usa­­ha Rakyat (KUR) dengan su­ku bunga 6% per tahun atau lebih rendah dibandingkan suku bunga yang sama tahun sebelumnya sebesar 7% per tahun.

“Suku bunga 6% yang dibebankan kepada pelaku usaha dianggap cukup wajar,” katanya.

Melalui program bantuan KUR itu, kata Edhy, pemerintah memberikan keringanan kebijakan lain yakni tanpa ada agunan dengan nilai pinjaman maksimal Rp50 juta. “Dengan berbagai kebijakan keringanan oleh pemerintah itu, membuktikan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) komit mendukung pengembangan IKM,” ujarnya.

Agunan diberlakukan pada program bantuan KUR, jika pinjaman mencapai Rp500 juta dengan nilai agunan hanya 3% dari jumlah total pinjaman.

Sebelumnya, saat berdialog dengan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Su­­ngailiat, Sabtu (16/11), Menteri KP juga menegaskan komitmennya untuk memberantas pencurian ikan di wilayah Indonesia.

“Siapa berani curi ikan di laut kita akan saya tindak, saya tidak segan untuk menenggelamkannya. Tapi percuma kalau hanya menenggelamkan saja, tanpa mengurus bapak-bapak nelayan ini,” kata Edhy.

Di bawah komandonya, ia berencana kapal-kapal pen­­curi ikan yang ditangkap tidak akan ditenggelamkan, melainkan akan dibagikan ke­­pada nelayan agar dapat di­­manfaatkan sehingga bisa memberikan dampak pada per­­ekonomian nelayan.

“Tidak semua barang bukti dari pelaku pencurian di musnahkan, tetapi dapat dimanfaatkan oleh nelayan jika pemanfaatannya dianggap sesuai ketentuan,” ucap Edhy.

Selain itu, keberadaan kapal-kapal tangkapan itu menghabiskan tempat di pelabuhan. Untuk itu, lanjutnya,  ia akan bekerja sama dengan aparat kepolisian dan kejaksaan apakah nanti kapal-kapal itu bisa dibagikan. (Ant/RF/E-3)

BERITA TERKAIT