17 November 2019, 22:40 WIB

Warga Iran Protes Harga BBM Naik 50 Persen


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Unjuk Rasa di Iran

PROTES meletus di Iran setelah pemerintah secara tak terduga mengumumkan penjatahan bensin dan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) 50% pada Jumat (15/11). Setidaknya dua orang dilaporkan tewas.

Iran menderita secara ekonomi karena sanksi keras yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) setelah Washington memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015.

Satu orang terbunuh dalam protes di pusat kota Sirjan. Kantor berita negara, IRNA, mengatakan ada bentrokan dengan polisi ketika para pemrotes menyerang gudang penyimpanan BBM pada Jumat dan mencoba untuk membakarnya. Beberapa orang lagi terluka. Seorang pengunjuk rasa lainnya juga tewas di kota Behbahan.

Kota-kota lain juga terpengaruh termasuk ibu kota, Teheran, Kermanshah, Isfahan, Tabriz, Karadj, Shiraz, Yazd, Boushehr, dan Sari.

Di beberapa kota, puluhan pengendara yang marah memblokade jalan dengan mematikan mesin mobil atau meninggalkan kendaraan dalam kemacetan.
Presiden Iran, Hassan Rouhani mengumumkan pada Jumat bahwa harga satu liter BBM naik menjadi 15.000 rial (Rp5.000) dari 10.000 rial (Rp3.300) dan setiap satu mobil pribadi hanya mendapat 60 liter BMM per bulan. Jika beli lebih dari 60 liter maka harganya menjadi 30.000 rial (Rp10.000) per liter.

Kantor berita ISNA melaporkan, 40 orang ditangkap di kota Yazd setelah bentrok dengan polisi. “Mereka yang ditahan adalah pengganggu yang dituduh melakukan tindakan vandalisme dan kebanyakan dari mereka bukan penduduk setempat,” kata Jaksa Penuntut Umum Provinsi Mohammad Hadadzadeh.


Dukung kenaikan BBM

Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut, pihak luar berada di balik demonstrasi menentang kenaikan BBM di Iran. Khamenei juga menyatakan mendukung kenaikan dan pembatasan BBM tersebut.

“Beberapa orang tidak diragukan khawatir dengan keputusan ini, tetapi sabotase dan pembakaran dilakukan oleh para hooligan, bukan rakyat kita.
Kontra-revolusi dan musuh-musuh Iran selalu mendukung sabotase dan pelanggaran keamanan dan terus melakukannya,” kata Khamenei.

“Sayangnya, beberapa masalah menyebabkan sejumlah orang kehilangan nyawa dan beberapa pusat hancur,” sambungnya.

Khamenei mengatakan, kenaikan harga BBM didasarkan pada pendapat ahli dan harus dilaksanakan, tetapi ia meminta pejabat untuk mencegah kenaikan harga barang-barang lain.

Mendagri Iran memperingatkan, pasukan keamanan akan bertindak untuk memulihkan ketenangan, jika mereka yang memrotes kenaikan harga BBM merusak properti publik. “Pasukan keamanan sejauh ini menunjukkan pengekangan dan telah mentolerir protes. Tetapi karena ketenangan dan keamanan orang adalah prioritas kami, mereka akan memenuhi tugas mereka untuk memulihkan ketenangan jika serangan terhadap properti publik dan individu berlanjut,” kata Mendagri Iran Abdolreza Rahmani Fazli.

Ekonomi Iran terpukul sejak Mei 2018  ketika Presiden Donald Trump menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 dan menerapkan sanksi yang melumpuhkan. Rial anjlok, inflasi lebih dari 40% dan IMF memperkirakan ekonomi Iran akan berkontraksi 9,5% tahun ini dan mandek pada 2020. (BBC/AFP/I-1)

BERITA TERKAIT