17 November 2019, 20:35 WIB

PKS Tampik Tafsir Oposisi Makin Lemah


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
 Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.

PARTAI Keadilan Sejahtera menolak anggapan posisi oposisi makin lemah seusai peristiwa pertemuan Presiden PKS Sohibul Iman dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo pada HUT ke-8 Partai NasDem di JIExpo Kemayoran, pekan lalu.

"Kalau ada anggapan bahwa PKS melunak karena adanya pertemuan Presiden PKS dengan Pak Surya Paloh dan Presiden Jokowi, itu anggapan yang salah, karena justru kami ingin menegaskan bahwa berada di luar pemerintah sebagai oposisi bukan berarti kami meninggalkan warisan berdemokrasi bangsa ini yang menekankan pentingnya membangun semangat kebangsaan antarsemua elemen, walau berada di posisi berbeda," terang juru bicara PKS Ahmad Fathul Bari di Jakarta, Minggu (17/11).

Baca juga: PKS Siap Jadi Oposisi meski Ditinggal Gerindra

Menurutnya, PKS akan tetap berpegang pada sikap politik sebagai oposisi. Sikap itu juga dikukuhkan dalam Rakornas PKS 2019.

"Yang jelas PKS sudah menegaskan bahwa kami berada di luar pemerintahan. Salah satu hasil rekomendasi Rakornas PKS 2019 juga menyampaikan hal tersebut," tambahnya.

PKS berkomitmen untuk berjuang di luar pemerintahan dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

"Sikap politik ini dilandasi pemikiran bahwa PKS berkomitmen untuk menjaga etika kepantasan dalam berdemokrasi, merawat demokrasi agar tetap sehat dan berjalan di atas rel yang benar dengan memperkuat fungsi check and balance, serta menjadi penyambung suara aspirasi rakyat Indonesia," tegasnya.

PKS juga bertekad akan mengoptimalkan fungsi pengawasan melalui Fraksi PKS di DPR RI. PKS juga akan selalu membangun komunikasi dengan fraksi partai politik lain di DPR RI, baik yang berada di dalam pemerintahan ataupun di luar pemerintahan. Komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat yang mengawasi jalannya pemerintahan juga terus dibangun.

"Sehingga dalam berbagai kesempatan, ketika ada kebijakan yang kami nilai kurang berpihak kepada masyarakat, maka kami akan kritisi dan awasi bersama-sama dengan yang lain," terusnya.

Hal dikatakan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Ia mengungkapkan PKS akan tetap kritis dan konstruktif dalam posisinya sebagai oposisi.

"Tetap kritis dan konstruktif," terang Mardani. (Zuq/A-3)

BERITA TERKAIT