17 November 2019, 19:42 WIB

Mendarat Darurat, Batik Air Kirim Pesawat Pengganti ke Kupang


Palce Amalo | Nusantara

MI/Palce
 MI/Palce
Bandara di Kupang

MASKAPAI penerbangan Batik Air mengirim pesawat pengganti dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah salah satu pilot mereka pingsan.

"Batik Air meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional pesawat Batik Air yang lain tidak terganggu," Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.

Pilot Djarot Harnanto pingsan saat menerbangkan Pesawat Airbus 320-200 CEO nomor penerbangan ID-6548 rute Bandara Soekarno-Hatta-Bandara El Tari Kupang, Minggu (17/11) sekitar pukul 12.30 WITA. Pesawat mengangkut 148 penumpang dan tujuh kru.

Setelah pilot pingsan, Copilot kemudian menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat. Kondisi ini sudah sesuai tindakan
operasional penerbangan dalam buku manual.

Seluruh awak kokpit (pilot dan kopilot) sudah dilatih untuk terbang sendiri dan menjalankan ketentuan. Pesawat didaratkan dengan sukses oleh co-pilot pukul 12.46 WITA.

Setelah pesawat berada di landas parkir (apron) dan pada posisi sempurna, pilot segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah
sakit. "Batik Air menyampaikan terima kasih kepada kru pesawat dan seluruh pihak yang sudah membantu penanganan penerbangan ID-6548," ujarnya.

Menurut Danang sebelum menurunkan ketinggian pesawat, pilot merasa adanya gangguan kesehatan dengan indikasi pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas.

Sebelumnya saat pemeriksaan kesehatan pilot dinyatakan laik terbang. "Seluruh kru yang bertugas bekerja berdasarkan prosedur dan tindakan yang tepat. Pilot mendapatkan pertolongan pertama," ujarnya. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT