17 November 2019, 17:20 WIB

BBM Terbatas, Antrean Terjadi di SPBU di Makassar


Lina Herlina | Nusantara

MI/PANCA SYURKANI
 MI/PANCA SYURKANI
BBM langkah

SULIT  mendapat bahan bakar minyak (BBM) jenis solar menyebabkan antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hari ini.
 
Antrean truk dan bus tampak terjadi di SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Urip Sumohardjo dan Jalan Gunung Bawakaraeng Kota Makassar.

Sopir truk, Wahyu menyebutkan, kelangkaan solar telah terjadi sejak awal November ini. Bahkan mereka harus antre berjam-jam untuk dapat
solar. "Kadang bus kita bermalam di SPBU, jadi pas buka kami langsung isi tangki," katanya.

Sayangnya pihak PT Pertamina (Persero), melalui Supervisor Communication Pertamina MOR VII Ahad Rahedi membantah jika terjadi kelangkaan BBM jenis solar.

Ia menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan PT Pertamina agar penyaluran BBM jenis solar tepat sasaran, termasuk menambah kuota.

''Untuk tahun 2019, kuota solar untuk wilayah Sulawesi Selatan 411,436 kilo liter (kl), sementara kuota untuk Sulawesi keseluruhan 808.376 kl,''ungkap Ahad Rahedi.

Terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku, dirinya telah bersurat ke BPH Migas, agar dapat menambah stok BBM khususnya jenis
solar, untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi, hampir di semua kabupaten/kota di Sulsel.

"Karena menurut pihak pertamina, ternyata penyaluran solar di Sulsel itu, sudah melewati batas kouta yang ditetapkan pemerintah. Tapi
Alhamdulillah kita dapat info pemerintah pusat menyetujui penambahan kuota solar di Sulsel," sebut Nurdin, meski tidak menyebut jumlahnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT