17 November 2019, 13:51 WIB

Keluarga Korban Tabrakan Sulit Hubungi Keluarga Tersangka


Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
 MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Bagus, korban yang terlempar dan jatuh tepat di atas kaca mobil depan penabrak dalam kasus tabrak lari di GBK Jakarta.

WANDA,18 salah satu korban yang sekaligus saksi kejadian tertabraknya enam pengendara skuter listrik Grab Wheels di Senayan mengungkapkan komunikasi antara keluarga tersangka dan keluarga para korban putus usai kasus penabrakan yang terjadi pada Minggu (10/11) itu viral di media sosial.

Hadir dalam aksi tabur bunga di lokasi kejadian perkara di Jalan Pintu 1, Senayan, Jakarta Pusat bersama rekan dan keluarga korban, Wanda menuturkan orang tua tersangka, DH, sempat menjanjikan akan hadir pada acara tahlilan tujuh hari meninggalnya dua korban tabrakan yakni Ammar, 18, dan Wisnu, 18.

"Orang tua tersangka sempat menyatakan akan datang saat tujuh harian. Tapi tidak ada. Dari pihak mereka sama sekali tidak ada yang datang," ujar Wanda, Minggu (17/11).

Dalam kesempatan yang sama, kakak dari Ammar, Alan, menyebut hingga saat ini tidak ada lagi bentuk komunikasi yang dijalin keluarga tersangka dengan keluarga korban. Padahal masih ada beberapa korban yang hingga kini masih menjalani pengobatan karena luka yang diderita cukup serius.

"Orang tua tersangka hanya sempat datang sekali usai kejadian untuk meminta maaf. Tapi setelah itu tidak ada lagi upaya-upaya komunikasi. Malah membuat kita kaget karena tersangka yang sudah menghilangkan nyawa malah tidak ditahan," tegas Alan.

Ia pun meminta keseriusan serta transparansi dari pihak Polda Metro Jaya atas kasus ini. Sebab, kejahatan yang dilakukan DH dinilai sangat serius.

Minggu (10/11) dini hari saat Ammar, Wisnu, Wanda, dan tiga orang rekan mereka lainnya mengendarai Grab Wheels di Jalan Pintu 1 Senayan ditabrak oleh DH yang mengemudi dalam kondisi mabuk.

Ammar meninggal dunia hanya selang beberapa saat mendapat tindakan medis. Sementara Wisnu menyusul meninggal dunia pada Selasa (12/11) pagi.

"Berdasarkan keterangan teman-teman adik saya yang jelas melihat kejadian karena tidak mengalami luka berat, tersangka yang mabuk sama sekali tidak menolong. Tersangka kabur. Seharusnya dengan tindakan itu sudah jelas alasan dia harus ditahan. Karena siapa yang tidak khawatir peristiwa serupa akan terulang," tegasnya.(OL-O9)

BERITA TERKAIT