17 November 2019, 13:33 WIB

Babel Bentuk Tim Pengawas Tata Kelola Lada


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Rendy Ferdiansyah
 MI/Rendy Ferdiansyah
Gubernur Bangka Belitung  Erzaldi Rosman

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) bentuk tim pengawas tata kelola lada untuk menyikapi rendahnya harga lada saat ini.

''Tim sudah mulai bekerja karena belum final, saya belum bia berkomentar biarlah tim bekerja,'' ujar Gubenur Babel, Erzaldi Rosman, pagi tadi.

Ia menegaskan, salah satu faktor turunnya harga lada ini yakni pasar global, ketersediaan lada dunia yang banyak, sementara permintaan
cenderung berkurang. Namun kondisi ini, tidak lantas membuat pemerintah menyuruh petani berhenti bertanam. Tetapi harus dimotivasi agar tetap semangat bertanam lada dengan pola-pola yang benar.

"Bagaimana pola manajemen pemasaran lada kita perbaiki dulu, jangan sampai ada lada dari luar masuk ke Babel pakai nama lada kita," ulasnya.

Setelah tim merumuskan tata kelola lada, dan dibuatkan pergub, barulah nantinya dikoordinasikan dengan kabupaten/kota untuk menyamakan persepsi, dan bergerak bersama.

"Setelah ada pergub, jual beli lada tidak sembarangan, untuk kebutuhan dalam negeri (perdagangan antar pulau) lada Babel harus dihilirisasi, di kemas dengan baik, di haluskan, baru dijual, tidak berupa butiran, ini juga untuk meningkatkan harga lada," sebutnya.

Lada Babel, tegasnya,sudah memiliki indikasi geografis (IG) dan hak paten dari kementerian hukum dan HAM, sehingga apabila lada Babel
dicampur dengan lada lain, tidak diperbolehkan.

"Kita punya IG, ini yang kemarin kurang diawasi," imbuhnya.

Sementara untuk ekspor, hanya boleh dilakukan melalui pintu keluar pelabuhan Pangkalbalam dan Tanjungpandan, selama ini lada Babel
diindikasikan diekspor melalui Jakarta maupun Surabaya.

"Mudah-mudahan dengan ini ada naik harga lada, karena ini salah satu cara buat brand kita lebih kuat," pungkasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT