17 November 2019, 13:20 WIB

Tentara Tiongkok Turun ke Jalan-jalan di Hong Kong


Melalusa Susthira K | Internasional

 AFP/Anthony Wallace
  AFP/Anthony Wallace
Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) berjaga di Barak Osborn, Kowloon Tong, Hong Kong, Sabtu (16/11).

SETELAH enam bulan demonstrasi melanda Hong Kong, untuk pertama kalinya Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) terjun ke jalan Hong Kong pada Sabtu (16/11) sore.

Mereka terlibat aksi pembersihan puing-puing dan batu-batu yang ditinggalkan oleh para demonstran, setelah kerusuhan di kota semiotonom tersebut meletus pekan ini.

Sekitar 50 tentara keluar dari barak Kowloon East Dengan mengenakan kaus dan tidak bersenjata. Mereka kemudian membersihkan Renfrew Road yang berada di sekitar Hong Kong Baptist University.

PLA mengatakan aksi mereka untuk membuka blokade jalan demi alasan lalu lintas. Adapun, salah satu tentara mengatakan aksi singkat untuk membersihkan puing-puing di sekitar barak mereka tidak diminta oleh pemerintah Hong Kong, melainkan kegiatan komunitas sukarela yang diprakarsai mereka sendiri.

“Kami bersuka rela! Menghentikan kekerasan dan mengakhiri kekacauan adalah tanggung jawab kami,” ujarnya.

Sejumlah penduduk bersama petugas polisi dan pemadam kebakaran setempat kemudian ikut membantu tentara PLA membersihkan jalan dengan tangkas.

Selang satu jam setelahnya, tentara PLA yang telah membersihkan batu-batu penghalang jalan hingga kawat berduri kemudian berbaris dan kembali ke barak mereka sembari meneriakkan slogan-slogan patriotik.

Namun, aksi tentara PLA tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak pro-demokrasi Hong Kong. Dalam pernyataan bersama, sebanyak 24 anggota parlemen oposisi mengecam keras hadirnya garnisun PLA karena melanggar Undang-Undang Dasar mini-konstitusi yang dimiliki Hong Kong dan UU Garnisun.

Adapun media pemerintah Tiongkok telah berulang kali memperingatkan bahwa pasukan PLA dapat dikerahkan sewaktu-waktu untuk memadamkan krisis terburuk yang melanda Hong Kong sejak pertengahan Juni lalu.

Ini bukan pertama kalinya garnisun lokal Tentara PLA terlibat dalam pekerjaan masyarakat umum Hong Kong. Pada 2018, tentara PLA membantu membersihkan jalanan Hong Kong dari pohon-pohon yang tumbang akibat terjangan Topan Mangkhut.

Sedikitnya, dua orang telah tewas bulan ini ketika eskalasi kekerasan di Hong Kong kian meningkat dan menyebabkan sekolah-sekolah terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar mengajarnya. Protes yang awalnya dipicu oleh RUU Ekstradisi yang kini telah ditangguhkan, kemudian berkembang menjadi seruan demokrasi yang lebih luas dan penolakan intervensi Tiongkok. (scmp/afp/uca/OL-09)

BERITA TERKAIT