17 November 2019, 09:45 WIB

Keluarga Korban Penabrakan Grab Wheels Lakukan Aksi Tabur Bunga


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/ Fransisco Carolio Hutama Gani
 MI/ Fransisco Carolio Hutama Gani
Keluarga dan teman-teman Wisnu dan Ammar melakukan aksi tabur bunga di Gelora Bung Karno, Minggu (17/11/2019).

KELUARGA dan teman-teman dari korban tabrak lari yang menimpa pengendara sepeda listrik Grab Wheels melakukan aksi tabur bunga di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor berlangsung. Keluarga dan rekan menggunakan baju serba hitam membawa poster serta spanduk berisikan tuntutan transparansi dan keadilan terhadap kasus penabrakan yang terjadi pada Minggu (10/11/2019) dini hari itu.

Aksi tabur bunga dilakukan tepat di lokasi kejadian perkara di Jalan Pintu Satu Senayan tepat di Pintu 3 GBK. Peristiwa tabrak lari terjadi saat enam pelajar mengendarai tiga unit Grab Wheels di area GBK Senayan pada Minggu (10/11/2019). Tiba-tiba mereka ditabrak mobil yang dikendarai oleh DH. Akibatnya, dua orang pengguna Grab Wheels, Wisnu, 18 dan Ammar, 18 meninggal dunia.

Sementara pelaku, DH yang diketahui berkendara dalam kondisi mabuk telah ditetapkan sebagai tersangka namun tidak ditahan dengan wajib lapor.

"Kami tidak menuntut ganti rugi atau apapun. Kami hanya menuntut agar ada keadilan dan transparansi terhadap kasus ini," ungkap Alan selaku kakak almarhum Ammar ditemui di sela aksi, Minggu (16/11/2019).

Alan menyebut dengan tidak ditahannya tersangka maka hal itu bisa membenarkan dugaan adanya bekingan orang penting di balik kasus tersebut. Sebab, menurut kesaksian teman-teman korban yang juga menjadi korban penabrakan tetapi hanya luka ringan, tersangka berupaya kabur saat setelah menabrak.

"Pelaku berkendara dalam keadaan mabuk dan itu sangat membahayakan terbukti sudah menimbulkan korban jiwa. Terlebih menurut kesaksian teman-teman adik saya yang berada di lokasi kejadian sadar 100%  hanya luka ringan. Pelaku sama sekali tidak menolong. Pelaku langsung lari, tancap gas," ungkapnya.

Alan pun mengajak masyarakat luas untuk sama-sama mengawal kasus ini agar hukum ditegakkan.

baca juga: Disparbud DKI Anggarkan Rp700 Miliar Untuk Festival dan Promosi

"Agar tidak ada lagi Ammar dan Wisnu yang lain. Agar kejadian serupa dan tindakan serupa oleh kepolisian yang tidak menahan tersangka tidak berulang. Agar masyarakat juga sadar hukum," tegasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT