16 November 2019, 22:41 WIB

PKS Tegaskan Kader-kadernya Bersih dari Radikalisme


Jufriansyah | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
 ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah kader PKS mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS tahun 2019

SEBAGAI partai politik yang bernafaskan Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kerap dihubung-hubungkan dengan gerakan radikalisme. Bahkan menurut Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid banyak yang lupa dengan sikap kebangsaan dan keindonesiaan PKS.

"Malah ada meframing PKS seolah-olah dia (PKS) adalah sesuatu yang tidak merupakan bagian dari Indonesia, ada yang mendistorsi seolah-olah PKS dengan asas Islamnya seolah-olah dia (PKS) seusatu yang ilegal padahal dia (PKS) adalah sesuatu yang konstitusional," kata Hidayat Nur Wahid saat menyampaikan pidato tentang sikap kebangsaan PKS di Hotel Bidakara Jakarta Selatan.

Namun, hidayat tidak menyebutkan pihak mana yang dia maksud. Hidayat juga mengisahkan terpilihnya Salim Segaf Al-Jufri sebagai Ketua Majelis Syuro PKS 2015 silam semakin memperkokoh keindonesiaan ditubuh PKS karena Assegaf merupakan cucu Sayyid Idrus bin Salim Aljufrie pahlawan nasional dari Palu, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Anies Sanjung Gaya Politik PKS dan NasDem

Sementara itu, Presiden PKS Sohibul Iman menegaskan bahwa kader-kader PKS bersih dari radikalisme, dan segala paham yang bertentangan dengan UUD 1945 dan Nilai-nilai luhur Pancasila serta Bhinneka Tunggal lka.

"Tidak ada tempat bagi separatisme, komanisme, radikalisme, terorisme, dan seluruh ideologi yang bertentangan dengan konsensus-konsensus dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Sohibul di Hotel Bidakara Jakarta Selatan Sabtu 16 November 2019.

Bahkan dalam Rakornas PKS 2019 merekomendasikan pembentukan Sekolah Cinta Indonesia, guna memperkokoh keindonesiaan bagi kader-kader PKS dan masyarakat umum. Nantinya sekolah tersebut diperuntukkan bagi anggota partai dan masyarakat umum terutama generasi muda.

"Akan diselenggarakan di kantor-kantor Partai, dari pusat sampai ke daerah-daerah," terang Sohibul. (Medcom.id/OL-4)

BERITA TERKAIT