16 November 2019, 20:51 WIB

Kejar Target Realisasi, Kemenkeu Sosialisasikan SBSN


 Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA/Dhemas Reviyanto
 ANTARA/Dhemas Reviyanto
 Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman (kedua kiri) di Green Sukuk Investor Day di Jakarta, Sabtu (16/11).

KEMENTERIAN Keuangan terus berupaya meningkatkan realisasi penerimaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Tabungan seri ST006.

Sejak dipasarkan pada 1 November lalu, pembiayaan yang telah dikumpulkan dari seri investasi tersebut baru menyentuh Rp900 miliar dari target yang ditetapkan Rp2 triliun.

Untuk mengejar target yang dibidik, Kemenkeu menggelar acara 'Green Sukuk Investor Day-Green Sukuk Ritel for Sustainable Indonesia' sebagai sosialisasi untuk menarik para calon investor.

"Event-event seperti ini bisa membantu mendongkrak realisasi. Terlebih ini sudah dekat dengan deadline yang biasanya ada peningkatan pembelian," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman di Jakarta, Sabtu (16/11).

Sebagaimana diketahui, masa tawaran ST006 hanya dibuka mulai 1-21 November. Masih ada tenggat lima hari untuk memaksimalkan realisasi.

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Turunkan Batas Pembelian Minimum SBN

Dengan sosialisasi yang dilakukan, ia berharap masyarakat dapat semakin memahami manfaat sukuk sebagai sarana investasi.

"Dengan berinvestasi di sukuk, masyarakat secara langsung terlibat dalam program-program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah," tuturnya.

Dia juga menjamin bahwa aspek syariah dari penerbitan sukuk sudah benar-benar terpenuhi. Pasalnya, pemerintah telah mengantongi opini dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kita kerja sama dengan MUI. Tiap instrumen sukuk pemerintah dapat opini syariah dari MUI," tandas Luky. (A-4)

BERITA TERKAIT