16 November 2019, 18:28 WIB

Korban Penyiraman Air Keras Alami Trauma


Sri Utami | Megapolitan

Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA
 Antara Foto/ADITYA PRADANA PUTRA
Tersangka pelaku penyiraman air keras di Jakarta Barat, VY

KEJADIAN siang itu belum bisa memulihkan kengerian Amel Febrianti, 15. Siswa SMP 207 Jakarta Barat itu masih takut jika bermain di luar rumah atau sekadar keluar dan berjalan di lingkungan tempat tinggalnya bahkan untuk pergi ke sekolah yang hanya berjarak tidak sampai satu kilometer, Amel takut dan minta untuk diantarkan.

Penyiraman air keras kepada dia dan keenam temannya sangat membekas di ingatan anak kedua daei empar bersaudara tersebut. "Aku masih takut keluar rumah, main atau ke rumah teman gitu aku masih takut," ucapnya.

Amel saat ditemui, Sabtu (16/11) mengungkapnya dia dan teman-temannya yang saat itu berkumpul di jalan Mawar Srengseng Jakarta Barat.  Mereka tidak mencurigai seorang pria berambut ikal dan menggunakan sepeda motor matic yang sempat berpapasan dengan Amel yang ternyata sudah mengintai mereka.

"Jadi aku sempat berpapasan, aku ke arah teman-teman kumpul dan dia sebaliknya tapi dia ternyata putar balik dan langsung nyiram," ungkapnya.

Awalnya lanjut Amel mereka tidak menyadari siraman tersebut dan pelaku masih berdiam di atas motornya dengan sisa air jeras yang tinggal setengah. Tidak lama kemudian Amel dan temannya merasa sangat kepanasan di bagian kulit yang terkena air.

"Kami langsung merasakan panas banget. Kami nangis semua lalu orang-orang pada panik dan mengejar pelaku," imbuhnya.

Kejadian yang terjadi siang bolong sekitar pukul 13.43 Wib itu pun langsung dilaporkan ke Polda Metro Jaya yang selanjutnya aparat menangkap pelaku teror. Dari kejadian tersebut ketujuh siswa SMP itu pun terluka akibat air keras.

"Aku masih takut. Walaupun aku engga luka besar cuma kena percikan airnya di tangan sesikit. Tapi sekolah besok aku minta diantar," imbuhnya.

Sementara itu menurut Bibi Amel, Chelsie keluarga melarang ponakannya keluar rumah untuk sementara. "Kami larang dulu dia keluar rumah, masih ngeri bawaanya jadi was-was takut kalau kejadian lagi," cetusnya.

Dia pun meminta aparat untuk mengungkap motiv teror tersebut sehingga masyarakat tidak lagi dihantui dengan teror air keras. (OL-4)

BERITA TERKAIT