16 November 2019, 10:35 WIB

Provinsi Xinjiang Edukasi Bahaya Terorisme lewat Pameran


Usman Kansong | Internasional

MI/Usman
 MI/Usman
Dirut Adaro Garibaldi Thohir (kanan) sedang menyaksikan pameran terorisme yang digelar Pemerintah Provinsi Xinjiang, Tiongkok, Jumat (15/11)

PEMERINTAH Provinsi Xinjiang mengadakan ekshibisi peristiwa terorisme yang pernah terjadi di provinsi tersebut. Ekshibisi berlangsung di Xingiang International Convention and Exhibition Center di Kota Urumqi, Provinsi Otonomi Xingiang Uygur, provinsi di Tiongkok yang 11 juta penduduknya beragama Islam.

Pameran berlangsung sejak tahun lalu hingga beberapa tahun ke depan. Pameran menampilkan 41 peristiwa terorisme yang terjadi sejak 1992 hingga 2015.

Para teroris yang umumnya mengatasnamakan agama itu melakukan serangan dengan senjata tajam, senjata api, bahan peledak rakitan, racun  atau menabrakkan mobil ke kerumunan.

Pameran menampilkan foto dan video peristiwa maupun korban terorisme, senjata serta bahan peledak yang digunakan teroris. Sejumlah foto dan video menampilkan peristiwa dan korban terorisme secara vulgar seperti apa adanya. Karena itu, anak-anak tidak diizinkan menyaksikan pameran ini.


Baca juga: Wagub Xinjiang Menyesalkan Terorisme Medan

Tujuan pameran ini ialah mengedukasi masyarakat Xinjiang bahwa terorisme sangat kejam, merugikan rakyat, dan mengoyak harmoni masyarakat.

Rombongan dari Indonesia yang dipimpin Direktur Utama Adaro Garibaldi Thohir berkesempatan mengunjungi pameran itu, Jumat (15/11).

Sejak akhir 2015, tidak terjadi lagi peristiwa terorisme di Xinjiang. Menurut Wakil Gubernur Xinjiang, Arken Tuniyazi, itu antara lain karena pemerintah melaksanakan deradikalisasi.

"Kami melakukan deradikalisasi antara lain melalui pendidikan agama, hukum, dan konstitusi serta sejarah dan kebudayaan," kata Arken saat menjamu delegasi dari Indonesia untuk makan malam di Kantor Gubernur di Kota Urumqi, Jumat (15/11) malam. (OL-1)

BERITA TERKAIT