16 November 2019, 08:35 WIB

Indonesia Pastikan Tempat di Final Tunggal Putra


Despian Nurhidayat | Olahraga

ANTARA
 ANTARA
Jonatan Christie 

DUA wakil ­Indonesia di tunggal putra, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, lolos ke semifinal Hong Kong Terbuka 2019. Di perempat final kemarin, Jonatan yang menghadapi pemain Denmark Anders Antonsen menang dua gim langsung 21-15, 21-13. Adapun Anthony menundukkan pemain ­Taiwan Chou Tien Chen 8-21, 21-19, dan 21-13.

Di semifinal, Jonatan akan menghadapi Anthony ­sehingga membuat Indonesia dipastikan meloloskan wakil di final tunggal putra. Di final, Jonatan atau Anthony ditunggu pemenang semifinal lainnya antara pemain India Kidambi Srinkanth dan Lee Cheuk Yiu (Hong Kong).

“Menghadapi Antonsen kali ini saya bermain lebih rileks daripada pertemuan sebelumnya. Siapa yang lebih siap, dia yang akan menang,” ungkap Jonatan seusai laga.  

Di ganda campuran, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga melangkah ke empat besar setelah menyingkirkan pasangan Denmark, Mathias Boe/Mads-Conrad Petersen 21-11, 21-11. Di semifinal, Ahsan/Hendra yang menjadi unggulan kedua akan ditantang pasangan Tiongkok Li Jun Hui/Liu Yu Chen.
“Kami tidak menyangka menang dua gim langsung. Kami sudah waspada dan siap dari awal permainan,” ujar Hendra.

Namun, kesuksesan Ahsan/Hendra tidak diikuti juara bertahan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kevin/Marcus yang merupakan unggulan utama menyerah 21-16, 14-21, 20-22 dari ganda Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

“Lawan tidak gampang mati. Mereka juga mainnya lebih tenang. Waktu kami memimpin di gim ketiga, sebetulnya tidak ada perubahan permainan dari lawan. Kami kurang beruntung di akhir gim,” ungkap Kevin seperti dikutip badminton.org.

Di ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja memastikan tempat di semifinal setelah ­menyingkirkan ganda Jepang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo 21-13, 21-14. Selanjutnya, Hafiz/Gloria akan menghadapi ganda Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino untuk berebut tiket ke final.

Di laga lain, satu-satunya wakil Indonesia di tunggal put­ri yang masih bertahan, Ruselli Hartawan, gagal melangkah ke semifinal seusai disingkirkan pemain Amerika Serikat Zhang Beiwen 17-21, 17-21.

Johan Wahyudi meninggal

Di lain hal, dunia bulu tangkis Indonesia kehilangan salah satu legenda. Johan Wahyudi, mantan pemain ganda putra, meninggal dalam usia 66 tahun, kemarin.

Johan Wahjudi, yang lahir di Malang 10 Februari 1953, dikenal sebagai pasangan Tjun Tjun. Bersama ganda putra Indonesia lainnya, Christian Hadinata/Ade Chandra, Johan Wahyudi/Tjun Tjun merajai sektor ganda putra dunia di era 1970-an.

Enam gelar All England (1974, 1975, 1977-1980), Kejuaraan Dunia (1977), serta dua kali membawa Indonesia merebut Piala Thomas (1976, 1979) menjadi sebagian kecil gelar yang mampu diraihnya. Johan Wahyudi gantung raket pada 1982.

Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto menyatakan segenap pengurus PBSI berduka atas meninggalnya Johan Wahyudi. “Kita semua berduka atas meninggalnya Bapak Johan Wahyudi. Indonesia kehilangan seorang legenda yang telah banyak berjasa mengharumkan nama Indonesia melalui bulu tangkis,” ungkapnya. (R-1)

BERITA TERKAIT