16 November 2019, 06:20 WIB

Sebagian Sekolah Diliburkan Pascagempa


DG/Ant/RO/N-1 | Nusantara

 ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
  ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah pasien dan keluarga berkumpul di area parkir rumah sakit Siloam saat terjadi gempa di Manado, Sulawesi Utara.

AKTIVITAS belajar mengajar di sebagian besar sekolah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, kemarin diliburkan pascagempa berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang provinsi itu kemarin dini hari.   

“Sebagian besar aktivitas belajar mengajar di Batang Dua diliburkan karena saat gempa warga memilih lari menyelamatkan diri ke daerah ketinggian, lantaran khawatir adanya gempa susulan,” kata Kepala Satuan Pendidikan Kecamatan Pulau Batang Dua, Naftali Herung, saat dihubungi dari Ternate.

Menurutnya, sekolah yang diliburkan sebagian besar berada di dataran rendah dan pesisir Pulau Mayau serta Pulau Tifure. Hal itu karena warga yang tinggal di dua pulau itu sebagian besar memilih meng­ungsi ke dataran tinggi.

Pascagempa mengguncang Pulau Batang Dua, Ternate, dan Halmahera Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara membuka posko guna mengindentifikasi berbagai kerusakan dan kerugian. “Kami membuka posko di Ternate untuk memudahkan identifikasi korban, kerusakan, dan kerugian akibat gempa,” kata Kepala BPBD Maluku Utara, Karim Buamona.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa menyebabkan dua orang mengalami luka-luka dan 19 bangunan rusak. Sejak terjadi gempa pertama, menurut Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana, hingga kemarin siang tercatat 110 kali gempa susulan.

Sementara itu, kondisi kelistrikan di Maluku Utara aman dan gempa tidak menimbulkan kerusakan pada aset PLN. Kerusakan terjadi pada satu penyulang di Sulawesi Utara yang juga terkena gempa sehingga menyebabkan pemadam­an di tiga penyulang lainnya. Meski demikian, PLN berhasil menormalkan kondisi kelistrikan di sana.

“Pascagempa kami langsung berkoordinasi dengan unit-unit pelaksana yang berada di wilayah Maluku Utara guna memastikan kondisi para pegawai dan tenaga alih daya beserta keluarganya, kondisi sistem kelistrikan, serta menginventarisasi aset ketenagalistrikan yang ada di sana. Hingga saat ini semuanya dipastikan aman,” ujar Vice President PLN, Dwi Suryo. (DG/Ant/RO/N-1)

BERITA TERKAIT