16 November 2019, 05:20 WIB

Ancaman Xi Jinping tidak Mempan


Melalusa Susthira K | Internasional

ISAAC LAWRENCE / AFP
 ISAAC LAWRENCE / AFP
Para demonstran berkumpul di pusat Hong Kong, kemarin.

DEMONSTRAN prodemokrasi Hong Kong kemarin tetap turun ke jalan meskipun ada ancaman keras dari Presiden Tiongkok Xi Jinping. Bentrokan juga meluas hingga ke London, Inggris, ketika seorang pejabat Hong Kong dihadang sekelompok demonstran bertopeng.

Ribuan pekerja kantor juga ikut berunjuk rasa. Mereka meneriakkan dukungan terhadap gerakan demokrasi di Hong Kong. Tangan mereka teracung dengan telapak tangan terbuka, menggambarkan lima tuntutan dari para pengunjuk rasa, termasuk kebebasan memilih pemimpin otoritas Hong Kong serta dilaksanakannya penyelidikan independen terhadap tindakan kekerasan oleh polisi. “Setiap orang memiliki peran masing-masing dalam gerakan di Hong Kong,” ungkap James, 33, seorang pekerja bank. Menurut dia, perlu ‘pe­ngorbanan’ agar gerakan protes tetap berlangsung di kota itu.

Pedemo yang berbaju hitam juga menduduki sejumlah kampus. Sementara itu,  jaringan transportasi di Hong Kong kembali macet karena banyak jalan diblokade para demonstran.

Ancaman Tiongkok

Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelumnya memperingatkan bahwa tindakan para demonstran yang semakin keras dalam beberapa hari terakhir mengancam prinsip ‘satu negara, dua sistem’ yang diterapkan di kota semiotonom tersebut.

Hal itu dilontarkan Xi ketika demonstrasi di Hong Kong kian memanas hingga menyebabkan dua ­orang tewas pada pekan ini. “Kekerasan radikal yang terus-menerus terjadi di Hong Kong secara serius menindas aturan hukum dan tatanan sosial, mengganggu kemakmuran dan stabilitas Hong Kong, serta menan­tang inti ‘satu negara, dua sistem’,” ujar Xi seperti dilansir kantor berita Xinhua, Kamis (14/11).

Pada kesempatan itu, Xi juga kembali mengulangi dukungan pemerintah pusat Tiongkok bagi Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong untuk memulihkan situasi Hong Kong.

Selain itu, Xi juga menyatakan du­kungannya bagi polisi maupun badan peradilan Hong Kong untuk menegakkan hukum secara tegas dalam menghadapi situasi kerusuhan di Hong Kong.

Menteri dihadang

Kepolisian London kemarin menyatakan tengah menyelidiki sebuah kasus penyerangan setelah seorang pejabat Hong Kong dikelilingi demonstran dan kemudian terjatuh.

Polisi menyebut penyelidikan itu untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya. “Seorang perempuan terluka di lengan dan dibawa ke rumah sakit. Sejauh ini tidak ada yang ditangkap,” ungkap sumber di kepolisian.

Menteri Kehakiman Teresa Cheng awalnya akan memberi kuliah di sebuah kampus di London pada Kamis (14/11) malam. Namun, acara itu dibatalkan setelah Cheng dicegat dan diolok-olok oleh sekelompok demonstran.

Cheng lalu terjatuh dan segera dilarikan oleh pengawalnya. Tiongkok mengecam kasus itu dan mendesak Inggris untuk menginvestigasi kejadian tersebut. (AFP/X-11)

BERITA TERKAIT