15 November 2019, 22:25 WIB

Moeldoko: Pendidikan yang Baik Kunci Mencetak SDM Unggul


Syarief Oebaidillah | Humaniora

Ist
 Ist
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima delegasi 6 siswa lulusan Vokasi Petrotekno Technical School (VPTS) dari Bintuni Papua Barat.

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan pendidikan yang baik merupakan salah satu kunci dalam membangun dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Selain itu juga menunjukkan negara selalu hadir bagi anak-anak bangsa di Tanah Air.

"Mewujudkan pendidikan yang baik bagi anak bangsa di Papua juga bagi anak bangsa diseluruh negeri. Merupakan diantara visi misi Presiden Jokowi yang ingin fokus dalam membangun dunia SDM kita. Saya yakin anak-anak Papua bisa menjadi yang terbaik," kata Moeldoko saat menerima delegasi 6 siswa lulusan Vokasi Petrotekno Technical School (VPTS) dari Bintuni Papua Barat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/11).

Kedatangan mereka untuk audiensi tentang Papua membangun Indonesia. Mereka antara lain, Barend Oscar Rumbrawer, Ali Kawager, John Albert Manibui, Marthen Rudamaga, Agustinus Maidepa dan Alex Siyoho yang didampingi Sarwono Pratomo Satrio, Direktur Petrotekno Technical School.

Melanjutkan pesannya, Moeldoko berharap kepada anak-anak Petrotekno Technical School yang berasal dari Bintuni, Papua ini untuk tetap semangat bekerja dan bisa menjadi motivator baik keluarga maupun sekeliling mereka untuk mampu mengubah nasib mereka menjadi lebih baik lagi.

Melalui keterangan tertulis yang diterima hari ini, Sarwono menjelaskan bahwa vokasi pelatihannya telah sukses meluluskan sekitar 400 lulusan terbaik serta telah bekerja di bidang yang sesuai dengan pilihan mereka masing-masing saat menjalani pelatihan.


Baca juga: Pemerintah akan Gandeng Leonardo DiCaprio Promosikan Labuan Bajo


Sarwono mengemukakan dalam perjalanan, Petrotekno juga sukses bekerja sama dengan Pemda Bintuni di P2TIM yang bertujuan melatih lulusan SMA dan SMK dari Papua Barat, sebagian berasal dari wilayah sekitar Teluk Bintuni, Teluk Berau, Fakfak, Manokwari, dan Sorong, para siswa ini tersebut dididik guna menjadi tenaga ahli teknik di bidang minyak dan gas.

Sarwono mengutarakan selama kurun waktu 3,5 bulan, para siswa di P2TIM sukses dibekali pelatihan dan pendidikan dari tenaga ahli yang disiapkan PetroTekno, khususnya di bidang caffolding dan rigging (lifting).

Melalui pelatihan tersebut, Sarwono menjelaskan, pengetahuan siswa semakin sempurna karena materi pelatihan di P2TIM juga didukung dengan peralatan teknik yang betul-betul sama dengan peralatan yang digunakan oleh perusahaan kimia maupun migas.

"Jadi mereka benar-benar training dengan kondisi seperti berada dalam sebuah perusahaan umumnya. Menariknya, tidak saja mendapatkan pelatihan dan akomodasi yang seluruhnya ditanggung oleh Pemkab Bintuni, para siswa lulusan P2TIM juga mendapatkan 18 sertifikat berstandar internasional seperti EC ITB. Selain mendapat pelatihan teknis, para siswa P2TIM juga dibekali oleh pengetahuan matematika dan bahasa Inggris," papar Sarwono.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, para siswa memperkenalkan diri kepada Moeldoko dengan menceritakan kisah sukses mereka saat bersekolah di VPTS Bintuni.

Kebanggaan mereka saat datang ke lingkungan Istana hingga menceritakan kisah saat bersekolah di VPTS Bintuni, di depan Kepala Staf Kepresidenan dan jajarannya nampak dari pancaran raut wajah yang gembira dan suka cita. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT