15 November 2019, 23:40 WIB

SPMB-PTN 2020 Resmi Diluncurkan


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MI/USMAN ISKANDAR
 MI/USMAN ISKANDAR
Sistem penerimaan mahasiswa baru.

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) secara resmi meluncurkan sistem penerimaan mahasiswa baru (SPMB) di perguruan tinggi negeri (PTN) tahun 2020, kemarin. Untuk seleksi 2020, mekanisme penerimaan melalui jalur SNMPTN didesain berbeda dengan tahun sebelumnya dengan lebih mengedepankan otonomi sekolah.  

Masih seperti 2019, tetap dibuka tiga jalur penerimaan melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), dan seleksi mandiri. Menurut Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemendikbud Ismunandar, kuota ketiga jalur penerimaan masih sama, yakni jalur SNMPTN 20% dari total daya tampung PTN, SBMPTN kuota minimum 40%, dan jalur mandiri maksimum 30%.

Dijelaskan pula, siswa lulusan SLTA dua tahun ke belakang (lulus 2018-2019) masih diberi kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur SBMPTN dan jalur mandiri, sedangkan lulusan 2020 bisa mengikuti tiga jalur yang disediakan asal memenuhi ketentuan yang ada.   

Terkait kesempatan bagi siswa dari keluarga tidak mampu, Ismunandar menegaskan pemerintah tetap memberi prioritas. Caranya mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program kartu Indonesia pintar kuliah atau KIP-K atau afirmasi pendidikan daerah 3T atau ADik.

Ditambahkan, hal baru pada seleksi 2020 di antaranya pemeringkatan siswa pada pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) dilakukan oleh sekolah. Kemudian jumlah siswa yang masuk ke pemeringkatan sesuai dengan ketentuan kuota akreditasi sekolah, yaitu akreditasi A sebanyak 40%, akreditasi B (25%), serta akreditasi C dan lainnya sebesar 5% yang merupakan siswa terbaik di sekolah.

Ketua LTMPT Ravik Karsidi pada kesempatan yang sama mengakui peran sekolah dalam pemeringkatan siswa untuk dikirim mengikuti SNMPTN cukup besar. Saat ditanya kemungkinan mark up nilai dari sekolah, Ravik berharap komite sekolah ikut mengawasi. “Mekanismenya kepala sekolah memberi pemeringkatan terlebih dulu dibantu komite sekolah dan masyarakat. Setelah itu, sekolah menyerahkan data siswa kepada kami,” ujarnya.

Single sign on

Ravik menambahkan terdapat hal penting yang harus diketahui calon peserta SNMPTN, ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan SBMPTN 2020, yaitu diterapkannya kebijakan single sign on (SSO) yang merupakan tahap awal dari pendaftaran. Dengan SSO, setiap peserta wajib memiliki akun LTMPT dengan melakukan registrasi akun melalui laman LTMPT di https://portal.ltmpt.ac.id. Pada tahapan pertama, calon peserta dapat langsung mendaftar ke https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id dengan menggunakan nomor induk siswa nasional dan nomor pokok sekolah nasional untuk mendapatkan username dan password.

Sementara itu, Wakil Ketua LTMPT Muhamad Nasih mengingatkan kewenangan sekolah yang sangat besar pada jalur undangan ini (SNMPTN) agar tidak digunakan semaunya. Pasalnya, hal itu akan merugikan sekolah untuk ke depannya dan siswa berpotensi terkena drop out. (DO).(H-1)

BERITA TERKAIT