15 November 2019, 21:36 WIB

Perombakan Pimpinan BUMN untuk Pacu Performa


Cahya Mulyana | Ekonomi

Antara
 Antara
 Toto Pranoto

PEROMBAKAN direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai sangat tepat guna memacu kinerja perusahaan pelat merah. Pasalnya mayoritas perusahaan BUMN berkinerja buruk akibat lemahnya kapasitas dan kualitas jajaran direksinya.

"Beberapa kasus sudah menunjukan perubahan manjemen mampu meningkatkan kinerja. Misal Jonan (Ignatius Jonan) masuk saat PT KAI masih merugi di 2009. Dengan transformasi radikal yang dijalankannya maka KAI berubah total . Saat ini KAI termasuk jajaran BUMN yang punya kinerja excellence. Demikian pula saat Robby Djohan masuk membenahi Bank Mandiri sekitar 20 tahun lalu," kata pengamat BUMN sekaligus Kepala Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia, Toto Pranoto kepada Media Indonesia, Jumat (15/11).

Setiap direksi BUMN, tandasnya, telah menandatangani kontrak kerja dengan Kementerian BUMN yang berisi konsekuensi pemecatan ketika dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya. Menurutnya, perombakan pucuk pimpinan perusahaan pelat merah merupakan hal wajar karena sejak awal dituntut memberikan dedikasi yang tinggi.

Terlebih, kata dia, mayoritas dari 130 BUMN berkinerja buruk atau belum berkembang menjadi perusahaan yang kuat di kancah nasional.

"Itu artinya banyak BUMN yang tidak efisien dan tidak produktif. Apa penyebab nya? Salah satu nya adalah kualitas talent atau SDM yang tidak terlalu baik . Termasuk level direksinya," paparnya.

Ia pun menyarankan pemerintah menempatkan orang-orang terpilih dalam jajaran kursi pimpinan BUMN. "Kriteria leaders BUMN yang ideal bila mereka punya visionary leadership yang kuat paham business nature dari industrinya, serta punya integritas yang kuat. Jangan lupa environment BUMN sangat kompleks sehingga integritas bisa jadi benteng yang efektif buat pengelolaan BUMN yang sehat," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT