15 November 2019, 22:00 WIB

Indra Sjafri Mencari Skuad Inti


Faj/R-2 | Sepak Bola

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Pelatih timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri.

UJI coba terakhir menghadapi timnas Iran U-23 di Stadion Pakansari, Bogor, sore ini, bakal dimaksimalkan pelatih timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, mendapatkan formasi terbaik untuk tampil di SEA Games 2019 Fili­pina, Selasa (26/11) mendatang.

Tiga hari sebelumnya, ‘Garuda Muda’ mampu bermain imbang 1-1 menghadapi tim yang sama di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Skuad tamu merupakan tim yang dipersiapkan tampil pada putaran final Piala Asia U-23 di Thailand, tahun depan.

“Saya memanfaatkan laga ini untuk menentukan pemain yang akan dibawa ke SEA Games, bahwa ada beberapa pemain yang harus dibawa, keputusan terakhir ada seusai laga di Pakansari. Saya akan mencari komposisi pemain yang lebih baik,” ungkap Indra Sjafri.

Dari 28 pemain yang masih bertahan, Indra Sjafri bakal memangkas menjadi 20 pemain saja. Jumlah itu termasuk dua pemain senior yang bakal berangkat ke Filipina.

Selain komposisi pemain, pekerjaan rumah lain yang harus diatasi Indra Sjafri ialah soal ketajaman barisan penyerang ‘Garuda Muda’. Saat melawan Iran, Rabu (13/11), Indonesia memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Sayangnya, hanya satu gol yang bersarang ke gawang lawan melalui sontekan Muhammad Rafli.

“Seharusnya kami bisa membuat dua sampai tiga gol, tapi itu tidak terjadi,” kata Rafli.

Kehadiran striker veteran Beto Goncalves tampaknya bisa menjadi angin segar bagi lini depan ‘Garuda Muda’. Namun, ujung tombak berdarah Brasil berusia 38 tahun itu diharapkan segera pulih dari cedera pangkal paha. Tanpa Beto, selain Muhammad Rafli, ada pemain yang juga diplot sebagai ujung tombak, yaitu Osvaldo Haay.

Selepas duel melawan timnas Iran U-23, Indra Sjafri harus langsung bersiap menghadapi lawan tangguh Thailand pada laga perdana penyisih­an sepak bola SEA Games 2019 di Manila, Selasa (26/11) mendatang.

‘Garuda Muda’ berada di Grup B yang diisi enam negara serta dianggap sebagai ‘grup neraka’. Selain Thailand, empat tim lain, yakni tim yang sedang naik daun di kancah Asia, Vietnam, kemudian Singapura, serta dua tim ‘kuda hitam’, Laos dan Brunei Darussalam. (Faj/R-2)

BERITA TERKAIT