15 November 2019, 14:00 WIB

Pemkab Cianjur Tetapkan Status Siaga Banjir dan Tanah Longsor


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Puluhan rumah dan berbagai fasilitas lain di Kecamatan Leles dan Agrabinta Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terendam banjir

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor. Penetapan yang dilakukan usai rapat koordinasi di tingkat provinsi itu, terhitung mulai November 2019 hingga Mei 2020.

"Per 31 Oktober 2019, status siaga darurat kekeringan sudah berakhir berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat. Berdasarkan berita acara kesepakatan yang ditandatangani peserta rapat koordinasi, maka status siaga banjir dan tanah longsor di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Cianjur, diberlakukan mulai November 2019 hingga Mei 2020," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, kepada Media Indonesia, Jumat (15/11).

Penetapan status siaga banjir dan tanah longsor juga didasari pertimbangan prakiraan yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pengkajian dilakukan antara BMKG dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

"Prakiraan awal musim hujan 2019/2020 mengacu pada curah dan sifat hujan berdasarkan zona musim," terang Sugeng.

Baca juga: BPBD Cianjur mulai Bersiaga Hadapi Potensi Peralihan Musim

Selain banjir dan tanah longsor, lanjut Sugeng, potensi bencana yang bisa terjadi saat memasuki hujan yaitu angin kencang. Dampak potensi risiko yang bisa timbul akibat bencana di antaranya korban jiwa, kerusakan bangunan, pohon tumbang, wabah penyakit, trauma psikis, dan lainnya.

"Jika selama penetapan status siaga banjir dan tanah longsor terjadi fenomena alam lain, dikategorikan sebagai kejadian yang tak bisa diprediksi," tuturnya.

BPBD sudah menyiapkan berbagai langkah menghadapi siaga banjir dan tanah longsor. Di antaranya meningkatkan upaya pengurangan risiko bencana, menginventarisasi wilayah rawan bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung, serta mendorong gerakan partisipatif bersama masyarakat berupa pemangkasan pohon dan membersihkan sungai.

"Kami juga menginformasikan secara intensif prakiraan-prakiraan cuaca yang diterbitkan BMKG dan mengingatkan masyarakat yang berada di daerah tebing agar meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT