15 November 2019, 13:30 WIB

Gerindra Tegaskan Cawagub DKI bukan Punya PKS


Cindy Ang | Megapolitan

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Ketua DPD Fraksi Gerindra Muhammad Taufik

KETUA DPD Fraksi Gerindra Muhammad Taufik mengatakan kursi calon wakil gubernur (cawagub) DKI bukan milik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Taufik menegaskan Gerindra punya hak mengajukan nama calon pendamping Anies Baswadan itu.

"Bukan soal milik. Saya kira enggak apa apa. Saya kan sudah mengajukan empat (nama) tinggal dipilih saja," kata Taufik saat dikonfirmasi, Jumat (15/11).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu menjelaskan Gerindra sudah mengirimkan surat resmi kepada PKS soal pengajuan empat cawagub dari fraksinya. Calon ini meliputi Sekretaris Daerah DKI Saefullah, Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Gerindra Ferry J Yuliantono, dan Wasekjen DPP Gerindra Ahmad Riza Patria.

Taufik ingin adanya evaluasi pemilihan cawagub dari PKS. Pasalnya, penetapan cawagub tidak berjalan selama satu tahun kebelakang.

"Kan harus dievaluasi kemungkinan orang lain (mengisi kursi wagub). Kalau kemungkinan orang lain, saya kasih namanya empat orang, pilih salah satu," ucap Taufik.

Baca juga: PKS Tegaskan Tekad Jaga Kursi Wagub DKI Jakarta

Sementara itu, kursi Wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno diklaim masih menjadi hak PKS. Setiap calon yang diusung, termasuk empat kandidat yang dicalonkan Partai Gerindra, harus lewat persetujuan PKS.

"Jadi PKS harus memberikan persetujuan. Jadi harus ada persetujuan PKS, baru Wagub itu bisa dicalonkan," kata Presiden PKS Sohibul Iman.

Sohibul menegaskan dua nama calon dari PKS, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto tidak bisa diganggu gugat. Sebelumnya, Gerindra dan PKS sepakat mencalonkan Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Keduanya kader PKS. Belakangan, Partai Gerindra menambahkan empat kandidat sebagai alternatif. (OL-2)

BERITA TERKAIT