15 November 2019, 12:15 WIB

Neraca Perdagangan Oktober Surplus US$161,3 Juta


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA/Aprillio Akbar
 ANTARA/Aprillio Akbar
Suasana aktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober mengalami surplus sebesar US$161,3 juta.

Angka tersebut menunjukkan kinerja yang lebih baik dari bulan sebelumnya yang mengalami defisit sebesar US$163,9 juta.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan surplus tersebut ditopang oleh kenaikan ekspor sebesar 5,92% secara bulanan, yakni dari US$14,09 miliar menjadi US$14,93 miliar.

Di sisi lain, nilai impor tercatat US$14,77 miliar, naik 3,57% dari US$14,26 miliar di bulan sebelumnya.

"Meski mengalami kenaikan, angka impor tidak sebesar ekspor sehingga neraca perdagangan mengalami surplus," ujar Suharitanto di kantornya, Jakarta, Jumat (15/11).

Baca juga: Ekspor Bijih Nikel Naik Setelah Aturan Moratorium

Suhariyanto menyebut, dalam dua bulan terakhir tahun ini, kinerja ekspor diprediksi akan menurun.

Pasalnya, tren seperti itu terjadi pada tahun lalu. Pada Oktober 2018, nilai ekspor tercatat US$15,91 miliar, naik dari bulan sebelumnya yang hanya US$14,96 miliar

Tapi setelah itu, kinerja ekspor di November turun menjadi US$14,85 miliar dan turun lagi ke angka US$14,29 miliar di Desember

"Sama seperti saat ini ketika capaian Oktober naik dari September. Saya rasa kalau melihat tren akan sama karena di November dan Desember kegiatan usaha biasanya melambat karena banyak libur," jelas dia. (OL-2)

BERITA TERKAIT