15 November 2019, 09:30 WIB

PKS tidak Masalah Kadernya Direbut Partai Gelora


Ilham Pratama P | Politik dan Hukum

ANTARA/M Risyal Hidayat
 ANTARA/M Risyal Hidayat
Sejumlah kader PKS mengikuti Rakornas PKS 2019 di Jakarta

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mempermasalahkan beberapa kadernya bermigrasi ke Partai Gelora. Partai besutan Fahri Hamzah dan Anis Matta yang merupakan eks anggota PKS ini merekrut beberapa kader PKS.

"Eggak masalah. Jadi anggota partai adalah hak segala warga negara. Jadi silahkan saja," kata Presiden PKS Sohibul Iman di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

Nada lebih tegas diberikan Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring. Menurutnya, sudah cukup Partai Gelora mencomot kader-kader PKS.

"Jangan ngacak-ngacak lagi di sini," tegas Tifatul.

Baca juga: PKS Patok Target Menang di Pilpres 2024

Tifatul mengatakan setiap kader memiliki hak untuk bergabung dengan partai manapun. Namun, jangan ada yang memiliki identitas ganda.

"Bagi saya pilihan bebas. Tapi kalau sudah memilih, silakan keluar dari PKS. Jangan istilahnya mendua itu. Terus merekrut kader-kader di dalam," kata dia.

Tidak cukup sampai di situ, Tifatul juga mengkritisi perpindahan politikus Demokrat Deddy Mizwar ke Partai Gelora. Menurutnya, kejadian seperti itu sangat melukai partai.

"Jangankan PKS, umpamanya ada seorang aktivis partai Demokrat pun, melihat Deddy Mizwar direkrut juga tersinggung kan," jelas dia.

Partai Gelora Indonesia didirikan eks politikus PKS Anis Matta dan Fahri Hamzah. Gelora dimulai dari Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang kemudian bertransformasi menjadi partai. (OL-2)

BERITA TERKAIT