15 November 2019, 09:15 WIB

PKS Tegaskan Tekad Jaga Kursi Wagub DKI Jakarta


Ilham Pratama P | Megapolitan

ANTARA/M Risyal Hidayat
 ANTARA/M Risyal Hidayat
Rakornas PKS

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) masih menjaga kursi Wakil Gubernur (Wagub) yang ditinggal Sandiaga Uno jelang Pilpres 2019 lalu. PKS tidak rela kursi wagub jatuh ke tangan lain.

Bahkan Presiden PKS Sohibul Iman menyebut pemilihan Wagub tetap menjadi hak PKS Sepenuhnya.

"Jadi PKS harus memberikan persetujuan. Jadi harus ada persetujuan PKS, baru Wagub itu bisa dicalonkan," kata Sohibul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

Hingga saat ini, dua nama calon dari PKS Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto belum bisa diganggu gugat. Padahal Gerindra mencoba memasukkan empat nama.

Baca juga: Jangan Pilih Wakil Gubernur Ecek-Ecek

Terpisah, Sekjen PKS Mustafa Kamal justru membuka peluang jika Gerindra mengajukan nama Wagub. Mustafa mengatakan syarat utama Wagub hanyalah menjalankan visi Gubernur Anies Baswedan.

"Kita persilakan, tapi tentu dengan pertimbangan. Yang memenuhi harapan masyarakat, yang memberikan satu kemampuan untuk bekerja sama dengan Gubernur Pak Anies Baswedan dan juga janji-janji selama ini," kata Mustafa.

Pembahasan calon wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno masih alot. Sebelumnya, Gerindra dan PKS sepakat mencalonkan Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Keduanya kader PKS.

Belakangan, Partai Gerindra menambahkan empat kandidat. DPD Gerindra mengirim surat perubahan usulan cawagub kepada DPP PKS.

Calon itu meliputi Sekretaris Daerah DKI Saefullah, Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Gerindra Ferry J Yuliantono, dan Wasekjen DPP Gerindra Ahmad Riza Patria. (OL-2)

BERITA TERKAIT