15 November 2019, 06:16 WIB

Gempa Maluku Utara Terasa Hingga Sulawesi Tengah


Kautsar Bobi | Nusantara

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
 ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah penghuni hotel berhamburan keluar saat terjadi gempa di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/11)

KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karniawati mengatakan gempa 7,1 magnitude yang terjadi di Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) memberikan dampak yang dirasakan beberapa masyarakat setempat. Seperti masyarakat Bitung dan Manado yang meraskan gempa paling besar.

"BMKG mencatat daerah Bitung dan Manado dengan skala intensitas modified mercalli intensity (MMI) IV hingga V, artinya getaran hampir dirasakan semua penduduk dan orang banyak terbangun," ujar Dwikorita, dalam konferensi persi di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat (15/11).

Selain itu, BMKG juga mencatat getaran gempa dirasakan masyarakat Gorontalo dan Ternate yang memiliki intensitas lebih rendah, dengan skala MMI III hingga IV. Artinya dirasakan orang banyak di dalam rumah.

Terakhir guncangan gempa mencapai masyarakat Buol, Sulawesi Tengah dengan intensitas MMI II.

Baca juga: Ini Penyebab Gempa di Maluku Utara

"Getaran dirasakan beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang," tuturnya.

Dwikora menuturkan, hingga saat ini, belum dapat mengetahui secara pasti kerusakan yang ditimbulkan akibat gempat tersebut. Lantaran belum adanya laporan dari masyarakat setempat.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpangaruh isu yang berasal dari sumber yang tidak kredibel.

Masyarakat juga diminta tetap waspada terjadinya gempa susulan. Sedangkan potensi tsunami dipastikan sudah tidak ada sejak pukul 01.45 WIB. (OL-2)

BERITA TERKAIT