14 November 2019, 23:10 WIB

Tekad OVO Berinovasi Dorong Cashless Society


Ghani Nurcahyadi | Teknologi

Dok. Ovo
 Dok. Ovo
Layanan pendaftaran OVO

PLATFORM layanan dompet digital yang dikembangkan PT. Visioner Internasional  OVO bertekad untuk terus berinovasi meningkatkan jangkauan penggunaan dompet digital elektronik (e-wallet) sebagai solusi pembayaran nontunai di Indonesia.

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, pihaknya juga berupaya untuk terus meningkatkan pangsa pasar OVO sebagai penyedia solusi masyarakat nontunai (cashless society) di Indonesia, sesuai dengan visi yang diungkapkan pemerintah.

“Kami terus berinovasi dan memberikan kemudahan kepada konsumen. OVO tetap konsisten menjalankan komitmen kami untuk melayani masyarakat,” kata Karaniya dalam keterangan tertulisnya Kamis (14/11).

Layanan keuangan yang dikembangkan oleh Lippo Group itu pun terus menunjukkan peningkatan kinerja dalam 2 tahun terakhir. Adanya rumor yang menyangsikan eksistensi OVO dalam beberapa hari terakhir pun, ditepis Karaniya bakal membuat kinerja layanan OVO merosot.

“Mengenai rumor tersebut, saya justru  baru saja  bertemu dan berdiskusi panjang lebar dengan Direktur Lippo Group Pak John Riady. Kami berdiskusi  mengenai pengembangan OVO ke depan.  Pak John banyak memberikan masukan dan  sangat suportif terhadap berbagai upaya pengembangan bisnis OVO,” katanya.

Baca juga : Simral Aplikasi Menutup Celah Penyelewengan APBD

OVO, lanjut Karaniya juga akan terus mengedukasi masyarakat untuk lebih memanfaatkan dompet digital. Hal itu dibarengi juga dengan program promosi berbentuk cashback dan pemberian fasilitas lain.

“Yang perlu dicatat adalah OVO sebagai  perusahaan keuangan digital memiliki  roadmap yang jelas untuk menuju profitabilitas  sebagai sebuah entitas bisnis yang sustainable. Kami baru berusia dua tahun dan sedang dalam tahap edukasi  untuk pengembangan pangsa pasar. Ini penting, karena pasar uang elektronik Indonesia baru bergeliat, dan akan terus berkembang dengan teramat pesat dalam 1-2 tahun ke depan,” jelas Karaniya.

Sejak beroperasi di Indonesia pada 2017, popularitas OVO melejit. Karaniya mengapresiasi animo masyarakat yang terus meningkat dalam penggunaan sistem cashless, khususnya OVO.

OVO juga menerapkan skema biaya yang kompetitif dalam operasionalnya, sehingga memudahkan masyarakat. Contohnya saja, pengenaan biaya transfer kepada konsumen  untuk setiap transaksi ke perbankan.

“Saya pikir wajar. Nilainya juga terbilang  kompetitif. Kalau dibandingkan dengan biaya transfer di perbankan, jelas nilai yang diterapkan OVO jauh lebih rendah. Apalagi dari sisi fitur, teknologi kami real time,  aman,  dan  nyaman,” jelas Karaniya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT