14 November 2019, 22:05 WIB

Kapolri Ajak Anggota Brimob Tingkatkan Solidaritas dengan Ikhlas


Kisar Rajaguguk | Politik dan Hukum

 ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pd
  ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pd
HUT KE-74 KORPS BRIMOB: Kapolri Jendral Pol Idham Azis (kedua kiri) melakukan inspeksi pasukan pada HUT ke-74 Korps Brimob di Mako Brimob, 

KAPOLRI Jenderal Polisi Idham Azis mengimbau kepada seluruh personel Brigade Mobil (Brimob) untuk meningkatkan pengamanan dan keimanan ketaqwaan. Tak hanya itu, Kapolri juga berpesan agar anggota berniat ikhlas dalam bertugas.

"Kepada personel Korps Brimob agar tetap meningkatkan pengamanan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta meniatkan segala tugas sebagai ibadah dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan," kata Kapolri dalam sambutan upacara HUT ke-74 Brimob di Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11).

Tak lupa juga Kapolri mengingatkan agar kehormatan Brimob harus dijaga dengan cara menghindari tindakan yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat kepercayaan masyarakat pada Polri. Solidaritas dengan sesama personel pun harus dijaga.

"Selanjutnya adalah meningkatkan solidaritas dengan antara personel TNI, di semua tingkatan kerjasama dan berkolaborasi elemen-elemen bangsa, dan pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam melakukan tugas maupun kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Kualitas sumber daya manusia yang mumpuni juga harus dimiliki Korps Brimob dengan cara terus berlatih. Anggota juga harus memelihara kesiapsiagaan dan menjaga sarana prasarana pendukung serta siapkan rencana dengan optimal, dalam tugas yang diberikan.

Kapolri juga mengapresiasi peran aktif Brimob yang bergerak cepat dalam membantu, penanganan bencana di berbagai wilayah seperti Banten, Lampung.

"Dengan semboyan jiwa dan raga ku demi kemanusiaan, Koprs Brimob Polri telah berhasil pengabdiannya sebagai bhayangkara sejati yang tidak pernah ragu dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI," pungkasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Komandan Korps Brimob, Irjen Pol Anang Revandoko, menambahkan, Brimob menjadi bagian dari Kepolisian Negara RI yang tugas pokoknya menanggulangi gangguan kamtibmas berkadar tinggi.

Pihaknya membagi dua tugas pertama aspek pelaksanaan tugas untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dalam hal pelaksanaan tugas berkaitan dengan pelaksanaan kepolisian dalam cara bertindak tentunya dimulai dari pemahaman regulasi pelayanan Brimob sendiri.


Baca juga:  Pemberantasan Terorisme Harus Libatkan Banyak Pihak


"Harus terlatih, agar tidak terjadi human eror, kekerasan dan pelanggan HAM. Kami berkomitmen tidak akan melakukan pelanggaran kode etik, disiplin, pidana dan sebagainya. Tentunya apabila ada hal sepeti itu akan ada tindakan tegas tanpa ragu," tegas Anang.

Dalam HUT ke-74 ini, pihaknya berkomitmen agar Brimob terus hadir di seluruh wilayah NKRI untuk memberikan keamanan. Selain itu, Brimob juga menobatkan delapan orang sebagai warga kehormatan. "Ini bentuk apresiasi dari Brimob kepada beliau dalam mendukung kekuatan Brimob. Mulai dari aspek sumber daya, sarpras, kemampuan dan sebagainya," tukasnya.

Delapan orang yang dinobatkan sebagai warga kehormatan itu dianggap telah membantu Brimob dalam menjalankan tugas kenegaraan.

"Pertama Ketua BPK dalam memberikan bimbingan dalam pengelolaan anggaran. Kedua Dirut Lion Air, kita dalam operasi kontigensi bencana alam konflik sosial dan sebagainya. Brimob diharapkan hadir dan cepat oleh sebab itu perlu didukung sarana transportasi. Seperti konflik sosial di Papua mengirim 6.400 kita membutuhkan kerjasama transportasi dengan pihak lain. Lion selalu siap membantu," ucapnya.

Warga kehormatan ketiga ialah Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya. Menurut Anang, Menteri LHK telah membantu pihaknya meminjamkan lahan untuk latihan.

"Membangun kompetensi butuh daerah latihan kita pinjam beberapa wilayah hutan untuk daerah latihan seperti di gunung halimun, Purwakarta ini dipinjam untuk latihan bukan untuk dimiliki. Kami tidak berhenti memberikan arahan teknis untuk meningkatkan kewaspadaan terutama keamanan markas dan kami sudah maksimal kita sampaikan ke setiap Brimobda jangan under estimate, backup Polda polres apabila terjadi hal yang tidak diinginkan ketika terjadi gangguan teror," pungkasnya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT