14 November 2019, 20:05 WIB

16 Kepala Daerah Raih Anugerah Kihajar Kemendikbud


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MI/Oebai
 MI/Oebai
Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemendikbud Gogot Suharwoto pada Taklimat Media Anugerah Kihajar di Jakarta, Kamis (14/11).

SEBANYAK 16 kepaladaerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota menerima penghargaan Anugerah Kihajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud).

Anugerah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat bagi para kepala daerah yang dinilai berkomitmen dan berhasil menerapkan layanan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sektor pendidikan dan kebudayaan.

"Selain memberikan apresiasi atas upaya tersebut, penyelenggaraan Anugerah Kihajar Kepala Daerah bertujuan pula untuk memetakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan," kata Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi ( Pustekkom) Kemendikbud Gogot Suharwoto pada Taklimat Media Anugerah Kihajar di Balai Kartini, Jakarta, Kamis petang ( 14/11).

Anugerah Kihajar yang merupakan agenda tahunan Kemendikbud memberikan penilaian dengan kriteria pada kebijakan, tata kelola, implementasi terkait TIK, manajemen, dan peningkatan sumber daya manusia ( SDM), dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah serta inovasi yang dilakukan daerah.

Gogot mencontohkan yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meraih penghargaan Kihajar atas komitmennya merealisasikan inovasi e-administrasi. Selain itu, penghargaan Kihajar kepada Bupati Kabupaten Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun, dalam pemanfaatan teknologi pada akses sekolah terpencil.

"Jawa Timur berhasil mengembangkan 23 aplikasi mulai dari e-administrasi untuk pembayaran, pencairan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), kenaikan pangkat guru kemudian administrasi jenjang kepala sekolah, penempatan pengawas semua sudah pake e-administrasi. Dari pembelajarannya bahkan mereka sudah memfasilitasi MGMP online," paparnya.

Sedangkan Maluku Tenggara, ungkap Gogot, semua sekolah sudah terlayani dari fasilitas pembelajaran. Khususnya jenjang SMP sudah terfasilitasi TIK dalam pelaksanaan UNBK.

"Meskipun daerah tertinggal, jenjang SMP mereka sudah melayani semua sekolah dengan fasilitas TIK," ujarnya.


Baca juga:  Menteri KLHK Usulkan Bambang Hero dapat Bintang Jasa


Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun, yang hadir pada acara itu, mengutarakan, pihaknya meraih penghargaan dalam Program Daerah Anugerah Kihajar 2019 dinilai berhasil meningkatkan mutu, akses pendidikan, dan kebudayaan melalu pendayagunaan TIK.

"Partisipasi Kabupaten Maluku Tenggara dalam pemanfaatan TIK di sektor pendidikan dan kebudayaan dilakukan dalam kerangka kebijakan, anggaran, program, implementasi, dan dampak. Aspek-aspek tersebut menjadi penilaian dewan juri dan Kabupaten Maluku Tenggara tidak hanya menjadi nominator tetapi juga memenuhi penilaian untuk mendapatkan penghargaan Anugerah KiHajar 2019, " ujar Thaher.

Ia menekankan, TIK sangat penting mengingat dunia pendidikan di Indonesia belum merata, terutama membandingkan kualitas, sarana dan prasarana antara di Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa.

"Kabupaten Maluku Tenggara berkomitmen untuk mengatasi kesenjangan pendidikan melalui implementasi TIK mencakup pembenahan infrastruktur pendukung, peningkatan kapasitas guru, pengembangan kurikulum dan pembentukan karakter siswa. Dengan pemanfaatan TIK diharapkan mendorong kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi para siswa di daerah kami," pungkasnya.

Acara Taklimat Media dilanjutkan dengan Malam Anugerah Kihajar yang dihadiri Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mewakili Mendikbud Nadiem Makarim.

Di antara penerima Anugerah Kihajar antara lain Kabupaten Gunung Kidul, Kota Surabaya, Kota Yogyakarta, Kota Malang, Kota Bandung, Kabupaten Badung, juga Provinsi Sulawesi Utara. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT