14 November 2019, 19:32 WIB

Anies Pilih Abaikan Suara Bising Pengkritiknya


Cahya Mulyana | Megapolitan

MI/ Bary Fathahilah
 MI/ Bary Fathahilah
Abies Baswedan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak akan terganggu dengan suara ribut atau bising. Ia memilih fokus menyerap aspirasi publik Jakarta. Ia juga berkomitmen akan menuntaskan seluruh janjinya satu demi satu selama masa jabatannya.

"Di Jakarta selalu ramai, apa saja ramai di tempat ini, tapi insyaallah kita akan fokus mana suara mana kebisingan. Kita fokus pada suara sebab voice dan noise itu dua hal yang berbeda," katanya saat memberikan kata sambutan di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS, Jakarta, Kamis (14/11).

 

Baca juga: Fraksi PSI Kritisi Anggaran Damkar DKI yang Membengkak

 

 

Menurut dia, kebisingan memiliki nada yang lebih tinggi ketimbang suara biasa dan kerap memancing perhatian masyarakat. Contohnya saat ada yang mempersoalkan anyaman bambu yang ditempatkan di sekitar Bundaran Hotel Indonesia.

"(Contoh kebisingan) dari mulai bambu aja ramai di Jakarta. Padahal di belakang ini (panggung Rakornas PKS) ada bambu, tapi tidak ramai," keluhnya.

Oleh sebab itu, Anies menegaskan akan fokus mendengarkan suara atau kritik yang membangun. Pasalnya tugasnya selaku gubernur masih banyak dan saat ini salah satu fokusnya tengah mengintegrasikan transportasi umum Jakarta.

Integritasi angkutan umum yang dimulainya telah membuahkan hasil. Pada mulanya 2017, pengguna angkutan umum di Jakarta per hari hanya menyentuh angka 340 ribu. Namun kini pengguna angkutan umum terus tumbuh seiring program integrasi moda transportasi hingga pada tahun ini mencapai 655 ribu per hari.

"Kalau per tahun 145 juta pengguna dan insya Allah nanti di akhir tahun ini akan meningkat menjadi lebih dari 270 juta penumpang per tahun," jelasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT