14 November 2019, 16:40 WIB

Indonesia Pasti akan Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir


Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi

MI/Puji Santoso
 MI/Puji Santoso
MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menilai, Indonesia cepat atau lambat pasti akan membangun tenaga nuklir.

Menristek menilai, saat ini Indonesia sedang mengembangkan banyak industri yang memerlukan konsumsi listrik dalam daya tinggi, termasuk smelter yang digunakan industri untuk memurnikan logam.

Smelter itu pada intinya butuh listrik skala besar dan kalau dalam skala besar, harganya tidak mungkin mahal, karena nanti industri smelter menjadi tidak berjalan," kata Bambang.

"Listrik itu harganya harus relatif terjangkau oleh masyarakat. Di sinilah energi nuklir bisa masuk, menjawab kebutuhan listriknya dan biaya ekonomisnya,” ungkap Bambang dalam pernyataan tertulis, Rabu (13/11).

Bambang mengungkapkan, masih ada beberapa kalangan yang belum percaya Indonesia sudah menguasai teknologi nuklir untuk maksud damai, menjalankan operasional teknologi nuklir, dan menjaga reaktor nuklir untuk penelitian dan pengembangan tersebut, sehingga dapat dikatakan Indonesia sudah sangat siap mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

“Bagaimanapun masyarakat awam itu pada umumnya bertindak atau bereaksi karena persepsi, belum tentu mereka memahami kondisi yang real. Mungkin mereka belum pernah lihat kondisi di reaktor nuklir untuk litbang yang dipunyai oleh BATAN sebenarnya seperti apa,” ungkapnya.

Bambang mengungkapkan, Indonesia selama ini sudah memiliki tiga reaktor nuklir untuk penelitian dan pengembangan, yang masih aktif dan tidak pernah terjadi kecelakaan karena prosedur keamanannya sangat ketat.

Menurut Bambang, tidak hanya dikontrol Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), namun juga diawasi langsung oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Internasional Energi Atom (the International Atomic Energy Agency – IAEA). Ketiga reaktor tersebut terletak di Serpong (Tangerang Selatan), Bandung, dan Yogyakarta.

“Untuk masuk ke reaktor penelitian dan pengembangan teknologi nuklir untuk maksud damai itu, memang keamanannya sangat ketat, karena memang mengikuti prosedur yang berlaku di seluruh dunia. Hal ini justru membuktikan bahwa Indonesia sangat siap untuk membangun PLTN di masa yang akan datang, untuk menjawab kebutuhan energi di Indonesia,” tuturnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT