14 November 2019, 14:55 WIB

Jhoni Ginting Jabat JAM-Pidum, Adi Toegarisman Jabat Dewas KPK?


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/ BARY FATHAHILAH
 MI/ BARY FATHAHILAH
 Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus M. Adi Toegarisman 

SEKRETARIS Kabinet Pramono Anung mengungkapkan Presiden Joko Widodo telah menentukan nama-nama yang akan menjabat posisi jaksa agung muda (JAM). Namun, belum ada kejelasan mengenai siapa kandidat yang nantinya mengisi beberapa jabatan strategis di lingkup Korps Adhyaksa.

Kabar pun beredar mengenai sejumlah nama yang diduga akan menjabat JAM. Informasi yang diterima Media Indonesia, Kamis (14/11), menyebutkan posisi JAM Tindak Pidana Umum (Pidum) yang selama ini kosong akan disini oleh Jhoni Ginting.

Saat ini, Jhoni menjabat sebagai Irjen Kementerian Hukum dan HAM. Ia juga pernah menjabat sebagai Deputi III Kementerian Bidang Polhukam, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri.

Berikutnya, posisi JAM Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) kemungkinan dipercayakan kepada Ferry Wibisono. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat itu masih bertugas sebagai Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pembinaan.

Ferry tercatat pernah mengemban tugas sebagai Sekretaris JAM Bidang Pengawasan, Sekretaris JAM Datun serta Direktur Penuntutan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Kabar lain menyebutkan posisi JAM Pembinaan akan diisi Bambang Sugeng Rukmono. Saat ini, Bambang bertugas sebagai Plt JAM Pembinaan. Ia juga pernah menjabat Sekretaris JAM Pidsus, Sekretaris JAM Datun, Kajati Sumatra Utara, Kajati Jambi dan Kepala Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung.

Baca juga: 3 Jabatan JAM dan 3 Staf Ahli Kosong di Kejaksaan

Selain posisi JAM, beredar pula kabar Adi Toegarisman yang saat ini menjabat sebagai JAM Tindak Pidana Khusus (Pidsus) akan bertugas sebagai anggota Dewan Pengawas KPK. Namun belum ada informasi siapa kandidat jaksa yang akan mengisi jabatan JAM Pidsus.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri, mengatakan para pejabat yang dipromosikan untuk menduduki jabatan eselon satu, seperti jaksa agung muda (JAM) dan staf ahli, ialah mereka yang memiliki kompetensi, kapabilitas dan rekam jejak mumpuni.

Menurut dia, nama-nama kandidat tersebut telah diusulkan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin. Namun, mengenai siapa yang bakal dipilih, terang Mukri, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penilai akhir di Kementerian Sekretariat Negara.

"Bahwa memang benar pada saat ini di lingkungan Kejaksaan Agung ada 3 jabatan JAM yang kosong yang saat ini dijabat Plt, serta 3 jabatan staf ahli," kata Mukri kepada Media Indonesia, Rabu (13/11).(OL-5)

BERITA TERKAIT