14 November 2019, 15:45 WIB

Menag Selidiki Pembubaran Upacara Keagamaan di Bantul


Damar Iradat | Humaniora

MI/Susanto
 MI/Susanto
Menteri Agama Fachrul Razi 

MENTERI Agama Fachrul Razi mengatakanakan mengirim tim untuk mengecek soal pembubaran upacara keagamaan Hindu di Bantul, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Ia ingin mengetahui latar belakang penolakan warga setempat.

"Saya pasti akan tanya, apa alasannya. Akan kita kirim tim untuk nanya, mencoba menengahi. Pasti ada upaya," kata Fachrul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11).

Fachrul mengaku belum bisa memberikan jaminan kepada semua warga negara Indonesia melaksanakan kegiatan keagaman masing-masing. Namun, ia memastikan pihaknya mencoba menjembatani satu per satu masalah yang terjadi.

"Jangan kita bilang jaminan, jaminan pasti enggak bisa, semua kan kita musyawarah. Itu akan saya lakukan pasti," jelas mantan wakil panglima TNI itu.

Baca juga: Ajaran Toleransi dari Djaduk Ferianto

Sebelumnya, upacara keagamaan Piodalan yang dilaksanakan di rumah milik Utiek Suprapti di Dusun Mangir Los, Desa Mangir, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta diprotes dan diminta untuk bubar, Selasa (12/11). Sekelompok warga memprotes upacara keagamaan yang dilangsungkan di dalam rumah itu.

Awalnya, upacara keagamaan itu berjalan lancar. Namun, warga kemudian mendatangi rumah Utiek saat upacara itu digelar sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, jumlah anggota komunitas yang ikut berjumlah sekitar 40 orang yang berasal dari berbagai daerah.

Warga menuntut upacara keagamaan itu dibubarkan karena diklaim tidak memiliki izin ibadah. Kepolisian setempat sempat memediasi warga agar acara itu tetap berjalan. Namun, karena warga terus protes, pihak kepolisian memerintahkan agar kegiatan itu dibubarkan untuk menghindari kejadian tidak diinginkan.

Upacara Piodalan merupakan ritual keagamaan Hindu dalam rangka peringatan terhadap Mahalingga Padma Bhuwana Manggir, peninggalan dari Ki Ageng Mangier. Ritual itu memiliki makna membawa umatnya ke dalam sebuah kehidupan beragama yang lebih baik. (OL-2)

BERITA TERKAIT