14 November 2019, 14:01 WIB

Penabrak Skuter Listrik tidak Ditahan


Tri Subarkah | Megapolitan

MI/Adi Maulana Ibrahim
 MI/Adi Maulana Ibrahim
Sejumlah warga menggunakan skuter listrik Grab Wheels di Kawasan FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

POLISI memulangkan DH, pengemudi sedan yang menabrak pengguna skuter listrik, hingga menewaskan dua orang yakni Ammar Nawwar Tri Darma, 18, dan Wisnu Chandra, 18. Hal itu dibenarkan oleh Kasubdit Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar.

"Tidak ditahan," kata Fahri saat dikonfirmasi, Kamis (14/11).

Menurut Fahri, keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan pihak penyidik. Fahri juga menyebut DH tidak memiliki niatan untuk melarikan diri.

"Ia ada itikad baik untuk bertanggung jawab usai menabrak korban dan tidak berupaya menghapus bukti," jelas Fahri.

Sebelumnya, salah satu korban selamat bernama Wanda mengatakan saat kejadian DH tidak turun dari mobil.

"Nggak sempet ngebantu juga. Itu hoaks yang bilang dia turun," katanya usai membuat laporan BAP di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kamis (14/11) dini hari.

Baca juga: Imbas Kecelakaan, Pemprov Larang Sementara Skuter Listrik

Rudi Yohannes, ayah almarhum Ammar, meminta agar kasus ini segera dituntaskan. Apalagi ia menduga pelaku merupakan anak dari seorang pejabat.

"Proses hukum aja, itu aja sih, mosok ya nabrak sampe meninggal santai-santai aja. Ntar orang lain gitu juga. Ikutin aturan hukum yang berlaku di Indonesia aja. Ini yang nabrak keliatannya orang kaya juga, pejabat juga, denger-denger sih, wong anaknya baru umur berapa udah dikasih Camry," kata Rudi saat ditemui Media Indonesia di kediamannya, Rabu  (13/11).

Senada, ayah almarhum Wisnu, Edi Gunawan, juga akan mengawal kasus ini sampai selesai.

"Biar almarhum putra saya di sana tenang. Berarti di sini kita melakukan tindakan bukan dia meninggal dengan sia-sia. Biar hukum yang berjalan. bukan dengan fisik atau yang lain," katanya.(OL-5)

BERITA TERKAIT