14 November 2019, 13:54 WIB

Sinergitas TNI/Polri dan Pemda Kunci Jaga Stabilitas Keamanan


Golda Eksa | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri)

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan stabilitas keamanan di negeri ini penting untuk tetap terjaga dengan baik. Kuncinya ialah sinergitas antara TNI, Polri dan pemerintah daerah.

“Berbicara masalah stabilitas keamanan tentunya kita berbicara soal tren aspek ancaman. Ancaman saat ini dengan berkembangnya revolusi industri 4.0 begitu mudah,” kata Hadi melalui keterangan dari Pusat Penerangan TNI, Kamis (14/11).

Mantan Kepala Staf TNI AU itu menyebut ada tiga sifat ancaman di era revolusi industri 4.0. Pertama, eskalatif, yaitu tiba-tiba muncul dan menjadi ancaman besar.

Kedua, mixed atau ancaman yang bergabung dan terkadang menjadi dua atau tiga. Ketiga, ancaman yang berlangsung dalam tempo singkat.

"Contohnya, kita tidak membayangkan apa yang terjadi, tiba-tiba di Medan terjadi bom bunuh diri,” imbuhnya.

Baca juga: Polres Tipe B Pionir Penyangga Keamanan

Ia menambahkan, pada 2019 stabilitas keamanan di Jakarta sedang terganggu dengan banyaknya aksi unjuk rasa. Namun, tiba-tiba Papua bergejolak. Di sisi lain penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih berjalan.

"Jadi ada tiga bentuk ancaman yang saat itu harus diselesaikan bersama-sama. Artinya apa? Ancaman itu pola bercampur-campur dan dalam tempo yang cepat,” ujar Hadi.

Guna menjaga stabilitas keamanan dari pelbagai ancaman tersebut, terang dia, kuncinya ialah kerja sama yaitu sinergitas TNI dan Polri serta pemerintah daerah. Jika stabilitas keamanan terjaga niscaya pembangunan di wilayah dapat dilaksanakan dengan baik.

Panglima TNI membeberkan dengan adanya tren ancaman maka diperlukan satu organisasi yang adaptif. TNI pun baru saja meresmikan organisasi baru yaitu Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) yang bermaterikan prajurit lintas matra.

“Dulu apabila ada krisis atau masalah, maka TNI membentuk komando bentukan yang saat ini sifatnya permanen. Sehingga apabila ada ancaman dimana saja, panglima (Kogabwilhan) langsung bisa bertindak dalam melaksanakan operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP),” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT