14 November 2019, 10:16 WIB

Drama Cinta Toti, Si Berang-berang dari Jakarta Aquarium


mediaindonesia.com | Humaniora

DOK JAKARTA AKUARIUM INDONESIA
 DOK JAKARTA AKUARIUM INDONESIA
Si Toti dari JAI

Toti jatuh cinta saat bertemu Cherry untuk pertama kalinya. Bagi Toti, Cherry sangat menarik. Dia suka bermain dan pandai bergaul.

Meskipun pendiam, Toti berupaya sebisanya untuk membuat Cherry tertarik. Tetapi situasinya memburuk saat Timo datang. Karena lebih aktif bergaul dan memiliki kepribadian yang menarik, Timo tidak perlu waktu lama untuk memikat Cherry dengan kepandaian dan sifat supelnya.

Toti sadar sudah saatnya bagi dia untuk pergi dari cinta segitiga itu. Lagipula, Cherry tampaknya Bahagia dengan Timo dan itu yang paling penting bagi Toti.

Benar saja, Timo dan Cherry menjadi pasangan yang lucu dan tidak lama kemudian dikaruniai seorang anak bernama Dul. Sekali menemukan pasangan, mereka akan setia seumur hidup. Meski berat, Toti harus menerima kenyataan tersebut dan tetap melanjutkan hidup.

Yang Anda baca barusan bukan skrip drama romantis ya. Tetapi kisah nyata yang terjadi di Jakarta Aquarium Indonesia (JAI).

Pemainnya adalah berang-berang Asia bercakar kecil bernama Toti, Timo, Cherry, dan anak mereka berdua, Dul. Ini hanyalah satu dari sekian banyak kisah seru yang terjadi di tengah seluk-beluk kehidupan pusat konservasi tersebut.

Punya kisah menarik
Setiap satwa JAI memiliki kisah kehidupan yang dapat jadi inspirasi. Tentu, hal itu tidak didongengkan secara langsung oleh satwa-satwa tersebut, melainkan oleh para perawat hewan yang setiap hari berinteraksi dengan mereka. Kedekatan intensif para staf JAI dengan hewan yang dirawatnya membuat para perawat tahu setiap kebiasaan, karakter, hingga kisah hidup hewan yang ada.

David, seorang staf GSA yang bekerja sebagai pemandu di JAI, mampu dengan jeli menangkap dan menceritakan kisah beberapa hewan yang ada di sana. “Setiap satwa memiliki kisahnya sendiri, dan kalau mau diceritakan semua, berhari-hari pun tidak akan cukup waktunya,” ujar David.

Menurut David, dengan memahami dan menceritakan kisah hewan yang ada di pusat konservasi ini, para pengunjung dapat memahami perilaku serta kebutuhan satwa dan memastikan kehidupan yang lengkap bagi mereka. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT